SELAMAT JALAN GAM, SELAMAT JALAN TGK. HASAN MUHAMMAD

image: kompasiana.com

image: kompasiana.com

SELAMAT JALAN GAM
SELAMAT JALAN TGK. HASAN MUHAMMAD
Oleh Said Muniruddin

Ketika 200 juta manusia terbujur kaku,
gemetar dan ketakutan
dihadapan keangkuhan Jakarta.
Ketika seluruh provinsi membisu,
gemetaran menghadapi militer Indonesia.

Ketika semuanya memilih diam,
Di Gunung Halimun, 4 Desember 1976,
engkau berteriak: “Aceh bukan bangsa lamiet
yang bisa dipecundang, lawan!”

Berpuluh tahun lamanya,
Jakarta menjadi pusat iblis dan drakula.
Jangan harap republik ini membaik,
sementara kau diam saja.

Terlalu bodoh kalian,
kalau menunggu Jakarta
tergerak hati memperbaiki Indonesia.
“Angkat senjata! Iblis dan drakula di Jawa
sudah terlalu tuli untuk memahami kata-kata!”

Kau ajarkan kami hidup terhormat,
meski nyawa sebagai taruhan.
Kau didik kami untuk melawan,
walau darah sebagai imbalan.
Kau bangunkan kami dari tidur
untuk melihat hakikat kemerdekaan.
Kau latih kami sampai Libya,
untuk menentang kezaliman.

Engkaulah guru,
yang mengajari kami makna kebebasan.
Engakulah ulama,
yang mendidik kami arti kemuliaan.
Engkaulah pejuang,
yang lelah, menua lalu sakit
karena perjuangan tak berkesudahan.

03 Juni 2010, 12.35 WA, RSUDZA
Diari perjuanganmu berakhir di sini.

Selamat jalan GAM
Selamat jalan Tgk. Hasan Muhammad
Semoga engkau damai
Sebagaimana kami juga damai
dalam MoU 15 Agustus 2005
yang ditandatangani di Helsinski.

Banda Aceh, 3 Juni 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s