Site icon SAID MUNIRUDDIN

SUBUH, SUNYI YANG HILANG

Advertisements

SUBUH, SUNYI YANG HILANG
Oleh Said Muniruddin

Dunia semakin padat
Jalanan semakin macet
Suasana semakin bising

Pening
Bangun pagi sudah ku dengar rusuh
Pulang kerja pun ku lihat riuh

Pekik suara
Ledak tawa
Deru mesin
Bunyi klakson
Teriak protes
Lengking musik
Gaduh kerja

Duh!
Kemana engkau wahai teduh
Dimana engkau wahai tenang

… ashshalaatu khairun minan naum
Dalam irama Azan ku dengar bisik jawaban:

“Aku masih dapat kau temukan
di sepanjang sunyi jalan
dalam belaian sejuk angin fajar
dari rumah mu menuju masjid”

Aku adalah Subuh
Sunyi mu yang hilang
Tenang mu
Teduh mu.

Exit mobile version