“SENJA DI ULEE LHEUE” (1)

image: ranselstory.blogspot.com
image: ranselstory.blogspot.com

“SENJA DI ULEE LHEUE” (1)

Dari Ulee Lheue aku menyaksikan,
di atas Gunung Pancu matahari-Mu terbenam.
Seolah-olah menandakan,
di perut bukit itulah sang ‘cahaya’ kaum arifin dikuburkan.

Hamzah Fansuri,
disana aku merasa engkau disemayamkan.
Ketiadaan mu adalah awal dari malam.
Tapi fajar kebenaran akan senantiasa berulang.

(Kutaradja, Ulee Lheue: 04.05.2014)