SUNNI-SYIAH DALAM PERSPEKTIF EKONOMI DAN AKUNTANSI

image: fixingtheeconomist.wordpress.com

image: fixingtheeconomist.wordpress.com

SUNNI-SYIAH DALAM PERSPEKTIF EKONOMI DAN AKUNTANSI
Oleh Said Muniruddin

Di Barat sana, “semakin Islam disebut teroris, semakin banyak pula yang masuk Islam.” Sementara di Indonesia, “semakin Syiah dibenci, semakin banyak pula Syiah digemari.” Ini fenomena yang dalam bahasa ilmu ekonomi disebut: segala sesuatu akan mencari “titik equilibrium”.

Maknanya adalah, jika sesuatu dibenci oleh sebagian orang, maka ada ‘invisible hand‘ yang mengarahkan sesuatu itu untuk dicintai oleh sebagian lain. Semua ini pada akhirnya akan mengikuti rumus akuntansi: “balance“. Mungkin ini pula maksud Tuhan bahwa segala sesuatu diciptakan “dalam keadaan seimbang.”

Maaf, saya bukan ulama yang berada pada posisi untuk menyatakan Syiah itu sesat atau Syiah itu benar. Saya cuma seorang akademisi, yang mencoba melihat keriuhan Sunni-Syiah di media sosial dalam perspektif ilmu ekonomi dan akuntansi.*****

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s