ALMANAK ACEH

image: news.okezone.com

ALMANAK ACEH
Oleh Said Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Berikut nama-nama bulan dalam kultur Aceh: (1) Hasan Husen, (2) Shafa, (3) Moelod, (4) Adoe Moelod, (5) Bungong Kayèè, (6) Khanduri Boh Kayèè, (7) Khanduri Apam, (8) Khanduri Bu, (9) Puasa, (10) Uroe Raya, (11) Meurapet, (12) Haji.

Sebagian besar bulan mengambil tema “khanduri” (berasal dari bahasa Parsi “kanduri”). Sebuah petunjuk agar kita menjadi bangsa yang suka menjamu, memberi, dan berbagi. Juga refleksi bahwa kita harus memiliki mental sebagai bangsa “sejahtera.”

Namun awal dari semua capaian itu adalah “Hasan Husen.” Hasan Husen merupakan satu-satunya bulan dalam almanak Aceh yang mengambil nama orang. Dua figur sayyidusy syuhada ini merupakan simbol muqawwamah: protes, perjuangan, perlawanan, perbaikan, penegakan keadilan, jihad, amar ma’ruf nahi mungkar. Inilah akar kemerdekaan. Sebab, musuh kita dalam mencapai itu, dari dulu sampai sekarang; adalah fir’aun. Baik dalam wajah kafir maupun sosok-sosok yang memanfaatkan agama.

“Hasan Husen” juga menjadi refleksi sebuah bentuk kematian, tepatnya kesyahidan, yang semakin hari semakin hidup dan dikenang. Bukan jenis kematian yang umumnya dialami orang-orang, semakin hari semakin dilupakan.

وَلَا تَقُولُوا لِمَنْ يُقْتَلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتٌ ۚ بَلْ أَحْيَاءٌ وَلَٰكِنْ لَا تَشْعُرُونَ

_“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya” QS. Albaqarah: 154._

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad.*****