MENGAPA HARI INI SAYA MENANGIS?

image: sites.psu.edu

image: sites.psu.edu

Mengapa Hari ini Saya Menangis? 
Oleh Said Muniruddin

10 MUHARAM. Seseorang bertanya kepada saya, “Mengapa hari ini anda menangis?” Saya menjawab, “Karena para nabi menangisi kepergian anak-anak tercinta mereka”. Saya bukan nabi. Tetapi biarkan hari ini saya menangis bersama nabi-nabi saya, untuk mengenang anak-anak mereka.

Yaqub as menangis mengenang anaknya Yusuf, yang dieksekusi justru oleh persekongkolan jahat saudara-saudaranya. Pun Muhammad saaw menangis, setiap mengenang anaknya yang dibunuh justru oleh mereka yang mengaku umatnya.

Yaqub as menangis sepanjang hidup karena selalu teringat Yusuf. Begitu sering ia menangis, sampai matanya buta. Muhammad saaw pun selalu berlinang air mata setiap mengenang Husain anaknya. Meskipun matanya tidak sampai buta, namun jenggot dan bajunya senantiasa basah akibat cucuran air mata.

Yaqub as menangis, karena Yusuf bukan sembarang anak. Ia adalah anak yg “mewarisi.” Yang darinya lahir para nabi. Rasul saaw pun berduka kepada Husain demikian dalamnya. Karena Husain baginya bukanlah sembarang anak. Ia adalah anak yang “mewarisi.” Yang darinya lahir ribuan imam sejati.

Biarkan saya menangis untuk kenyataan yang dialami cucu Nabi saya, disaat kalian menangis justru ketika menonton melodrama pembunuhan dan cinta.

Biarkan saya merayakan Asyura untuk mengenang kesyahidan cucu Nabi saya, seperti kalian mengambil hari-hari dan tanggal lain untuk mengenang kematian para pahlawan negara.

Biarkan saya hari ini menangis bersama Nabi saaw untuk para cucu, keluarga dan pengikutnya yang telah menjadi syuhada. Sebagaimana kalian menangis untuk duka yang kalian alami dalam keluarga.

Biarkan kalian malas serta enggan membicarakan tragedi yang menimpa Keluarga Nabi, walaupun pada saat yang sama kalian begitu berani dan terbuka membahas berbagai kasus pembunuhan.

Biarkan saya mengutuk para pembunuh Keluarga Nabi melalui doa dan ziarah tahunan, sebagaimana kalian tak berhenti menuntut keadilan atas kasus-kasus pembantaian manusia yang belum dibawa ke pengadilan.

Saya bisa merasakan, kasus terbunuhnya Husain “penghulu para syuhada” yang penuh pelajaran dan nilai-nilai ini, tidak lebih menarik bagi kalian dibandingkan kasus ‘syahidnya’ I Wayan Mirna yang melibatkan Jessica.

Biarkan saya menangis, bukan karena saya Sunni atau Syiah. Tetapi karena hari ini saya ingin merasakan duka bersama Nabi saya. Sebab, jika ingatan tentang pembantaian Keluarga Nabi saaw tidak sampai membuat kita meneteskan air mata, maka apalagi yang tersisa dari shalawat anda? *****

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s