“MEUNASAH”

“MEUNASAH”
Oleh Said Muniruddin

“Meunasah” (hanya ada di Aceh) berasal dari kata “madrasah”. Dalam sejarahnya, ia merupakan pusat pendidikan (agama, sosial dan budaya) bagi masyarakat. Begitu futuristiknya pemikiran generasi awal tentang penguatan pengetahuan pada level komunitas, sehingga semua unit pemerintahan terkecil di Aceh (dusun/gampong/desa) dimulai dengan nama “madrasah” (meunasah).

Sayangnya, spirit “madrasah” (pendidikan) ini telah pudar. Meunasah cenderung tereduksi menjadi rumah ritual sholat semata (musholla) serta beberapa kegiatan sosial keagamaan lainnya. Maka penting dalam pembangunan desa untuk memberdayakan kembali meunasah sebagai lembaga pendidikan bagi warga.

Dalam perjalanan ke sebuah desa di Teupin Raya Kabupaten Pidie, Habib Ahmad Rumoh Raya singgah disebuah meunasah, lalu menyapunya.***