SIAPA YAHUDI DAN NASRANI YANG MEMAKSA KITA MENGIKUTI MILLAH MEREKA?

image: “Baphomet Devoters”(gnosticwarrior.com)

Siapa Yahudi dan Nasrani yang Memaksa Kita Mengikuti Millah Mereka?
Oleh Said Muniruddin

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Allah swt telah menyampaikan kepada Muhammad SAW sejak 1400 tahun lalu, bahwa ada entitas jahat dari Yahudi dan Nasrani yang akan memaksa kita untuk mengikuti kehendak mereka, dan tak akan pernah berhenti sampai kita benar-benar mengikutinya:

وَلَنْ تَرْضَىٰ عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ ۗ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti kemauan mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu” (QS. Albaqarah 2: 120).

Namun sebelum itu kita harus memahami satu hal. Bahwa tidak semua Yahudi dan Nasrani itu jahat. Kita jangan main pukul rata. Jangan mentang-mentang ada orang yang menganut Judaisme atau beragama Nasrani lalu secara membabi buta kita membencinya. Ada dari mereka yang benar-benar beriman kepada Tuhan yang Maha Esa, percaya hari akhir, serta berbuat baik kepada sesama manusia. Tentang jenis Yahudi seperti ini saya pernah menguraikannya dalam “Haruskah Kita Memusuhi Yahudi?

Yahudi dan Nasrani yang baik ini merupakan saudara kita dalam kemanusiaan. Di sejumlah negara muslim yang menghargai pluralitas, mereka sangat dihormati dan ikut bersama-sama membangun negara. Karena orang-orang seperti mereka inilah yang dulu juga ikut bersama Nabi SAW menjaga konstitusi Madinah. Mereka masih mewarisi spirit yang benar dari ajaran kebaikan yang dibawa Nabi Musa as ataupun Nabi Isa as. Untuk Yahudi dan Nasrani yang hanif ini Allah SWT mengungkapkan keadilannya:

 إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالنَّصَارَىٰ وَالصَّابِئِينَ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

“Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati” (QS. Albaqarah 2: 62; ayat serupa juga terdapat pada QS. Al-Maidah 5: 69).

Namun kita juga diberi pengetahuan (warning) khusus, bahwa ada kelompok lain dari mereka yang menyelewengkan ajaran nabi-nabi mereka sendiri. Dan benar adanya. Apa yang Alquran katakan tentang kotornya perilaku mereka, hari ini tampak sangat nyata. Kelompok Yahudi yang jahat itu adalah (zionisme) “Israel.”

Mereka ini merupakan kelompok kejahatan yang terorganisir yang berusaha membangun negara. Pada masa Nabi SAW mereka dikenal dengan zionisme Khaybar. Yaitu kumpulan Yahudi jahat yang membentengi diri di sebuah wilayah 95 mil di utara Madinah. Hari ini, mereka sudah membangun benteng lain di Palestina. Tentang kehancuran mereka dapat di baca pada “Perang Khaybar: Runtuhnya Benteng Pertahanan Yahudi.

Sementara kumpulan Nasrani jahat yang terorganisir adalah (kapitalisme) “US”. Bersama dengan zionisme Israel mereka terus mendikte dan mendominasi dunia. Satu sama lain menjadi wali, saling bantu untuk mencapai tujuan dalam kejahatan mereka untuk menguasai pasar dan sumberdaya dunia:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi (Israel) dan Nasrani (US) menjadi ‘awliya’; sebagian mereka adalah awliya bagi sebagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi wali, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Maidah: 51). 

Kita semua dipaksa ikut millah (aturan) mereka. Jika tidak, akan diembargo, dikucilkan, diruntuhkan ekonominya, diserang, dikudeta, termasuk diciptakan ISIS untuk menteror negeri muslim (seperti di Irak, Suriah, Yaman, dan lainnya). Tidak hanya negeri-negeri muslim di Arab, Asia dan Afrika, negara-negara latin Amerika dan Korea Utara yang berseberangan dengan nafsu dan kepentingan mereka juga ditekan habis.

Sejumlah negara Islam yang lemah akidah dan terlalu cinta dunia (monarki-monarki Arab) telah mengikuti keinginan syaitan-syaitan ini, bahkan bersedia mengatakan saudaranya sendiri seperti HAMAS sebagai teroris. Monarki-monarki yang takut kehilangan kekuasaan ini telah mengangkat syaitan-syaitan ini sebagai pemimpin mereka. Ingat, syaitan itu tidak hanya dari golongan jin, tetapi juga dari kelompok manusia:

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا ۚ وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ ۖ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ

“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-ada kan (QS. Al-An’am 6: 112).

إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاء لِلَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ

“… Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman” (QS.Al-An’am 6: 27).

Namun sejumlah negara Islam lain terutama yang masih dipimpin oleh para sayyid yang bertaqwa dari dzuriyat Rasulullah SAW, masih berdiri tegak memberi peringatan dan perlawanan terhadap kedua syaitan terkutuk ini. Akibatnya, para sayyid ini terus ditindas dan difitnah melalui berbagai media dan propaganda. Sebagian muslim terpengaruh dengan tipuan dan bisikan kedua syaitan (dan jaringannya) yang ada dimana-mana.

Namun pada akhirnya, siapa yang akan memenangkan perang global ini? Allah SWT menjawab, bahwa minoritas yang tertindas akan menjadi pemimpin yang mewarisi:

أَن نَّمُنَّ عَلَى الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا فِي الْأَرْضِ وَنَجْعَلَهُمْ أَئِمَّةً وَنَجْعَلَهُمُ الْوَارِثِينَ

“Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi dan hendak menjadikan mereka sebagai imam (pemimpin) dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi” (QS. Al-Qashash 28: 5).

Begitulah sejarah akan terus berulang. Dulu Rasulullah SAW bersama minoritas pengikutnya pada akhirnya juga memenangkan perjuangan yang seakan-akan tidak pernah bisa dimenangkan. Pun demikian dengan anak cucunya bersama para pengikutnya yang sedikit itu, dengan pertolongan Allah SWT juga akan menikmati karunia atas kesabaran dan keteguhan mereka.

Pada sisa-sisa malam Ramadhan yang mulia ini, kita kirimkan Al-Fatihah kepada semua kaum muslimin yang tulang-tulang mereka masih berdiri kuat menghadapi para tirani dunia. Semoga kemenangan dari Allah SWT disegerakan untuk mereka dan kita semua!

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad.*****

Advertisements

2 Comments

  1. […] Kedua, Habib Quraish Shihab juga menguraikan tentang “kesatuan kemanusiaan”. Ini terkait dengan keharusan kita kaum muslim untuk membangun persaudaraan dengan semua umat beragama, sejauh mereka tidak mengusir kita dari negeri kita. Hal yang sama juga saya tuliskan terkait 2 kategori Yahudi dan Nasrani. Yang satunya harus kita cintai sebagai saudara dalam kemanusiaan (bersama mereka kita harus membangun negara). Sementara satunya lagi harus kita lawan dan waspadai karena perilaku zionis dan imperialis mereka. Ini saya tulis dalam artikel berjudul “Siapa Yahudi dan Nasrani yang Memaksa Kita Mengikuti Millah Mereka?”. Ini bisa dibaca di https://saidmuniruddin.com/2017/06/18/siapa-yahudi-dan-nasrani-yang-memaksa-kita-mengikuti-millah-me… […]

    Like

  2. sayyid

    Assalamualaikum wr.wb,

    saudaraku yg dirahmati Allah,

    Tahukah anda dimana bukit thursina tersebut?
    itulah tembok ratapan yahudi saat ini yg digunakan mereka tempat minta maaf atas perbuatan mereka yg ingkar kepada nabi mereka yaitu musa a.s.
    dibukit inilah nabi musa a.s menerima tabuk.

    wassalamualaikum wr.wb,

    ustadz sayyid habib yahya

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s