MUHAMMAD, FIR’AUN DAN KONGLOMERAT

image: saidmuniruddin.com (“Business Talk, The Atjeh Connection, Jakarta, 27/2/2018)

Muhammad, Fir’aun dan Konglomerat
Oleh: Said Muniruddin

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Kekuasaan selalu dibangun dengan uang. Dibelakang Fir’aun, misalnya, ada konglomerat hitam semacam Qarun. Pun dibalik sukses Muhammad, ada aliran dana dari pengusaha kaya seumpama Khadijah.

Artinya, baik bagi politisi jahat ataupun figur tauladan, uang selalu menjadi instrumen penting dalam membangun kekuasaan. Tanpa uang, tujuan politik sulit dicapai: “Tidak tegak agama ini kalau bukan karena harta Khadijah”, kata Nabi saaw.

Namun apa yang membedakan Fir’aun dengan Muhammad? Sederhana sekali. Cost politik yang dikeluarkan oleh aliansi Fir’aun bertujuan untuk “mencari fee” (menguasai sumberdaya, mengakumulasi kekayaan, membangun popularitas dan riya).

Sementara Muhammad dan pengusaha yang ada dibelakangnya, mengeluarkan biaya politik yang sangat besar dalam rangka “penyerahan diri” atau taslim kepada Tuhan semesta alam (memperbaiki kehidupan publik).

Maka lihatlah apa yang terjadi. Jalinan penguasa-pengusaha seperti Fir’aun dan Qarun selalu berakhir tragis: “tenggelam” di dasar laut ataupun “terbenam” di perut bumi. Mereka meninggal tanpa meninggalkan apapun, seperti meninggalnya orang miskin. Mereka kita ketahui pernah populer dan kaya. Tetapi tidak tau apa yang telah diwariskan kepada kita.

Sementara Muhammad dan orang-orang yang bersamanya justru semakin hari semakin hidup. Meskipun ketika meninggal nyaris tidak memiliki apa-apa walaupun masih dalam keadaan berkuasa, warisan nilai dari mereka begitu kaya.

Fir’aun dan konglomeratnya mengeluarkan uang untuk membeli dunia. Uang digunakan untuk memperbudak manusia. Sementara Muhammad dan pengusahanya menghabiskan uang untuk berdagang dengan Tuhan, membeli akhirat. Uang menjadi instrumen untuk menegakkan keadilan.

Mereka yang bertransaksi dengan Tuhan akan abadi. Maka segerakan untuk membantu Nabi, dengan berinfak dalam berbagai motif keislaman dan kemanusiaan. Bagi anda yang sombong dan rakus harap berhati-hati, karena anda akan lenyap tersapu gelombang dan ditelan bumi. Mungkin nama anda akan tertulis. Tapi hanya dibatu nisan. Bukan dihati setiap orang.

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad.*****

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s