APA YANG ANDA BAWA PULANG KE RUMAH, MALAIKAT ATAU SYAITAN?

image: “an insyaAllah happy family”, saidmuniruddin.com

Apa yang Anda Bawa Pulang ke Rumah, Malaikat atau Syaitan?
Oleh Said Muniruddin

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Adakalanya saat pulang dari kantor atau dari mana, tak jelas apa alasan, tiba-tiba ketika sampai di rumah anda marah-marah dengan istri dan anak. Kalau itu terjadi, hanya ada satu pertanyaan: syaitan dari mana anda bawa pulang?

Apakah demikian banyaknya syaitan di kantor, di area proyek, di sawah dan ladang, atau warung kopi yang anda singgahi sebelumnya, sehingga ia ikut bersama anda sampai ke rumah. Syaitan-syaitan itu merasuki emosi anda, kemudian berusaha merusak hubungan anda dengan anak dan istri.

Sebaliknya. Pulang dari kantor, padahal anda begitu lelah seharian bekerja, sesampai di rumah dengan wajah ceria anda ucapkan salam yang penuh energi, lalu mencium kening istri seraya memeluk anak-anak dengan rasa bahagia. Pertanyaannya: malaikat dari mana anda bawa ikut serta?

Saudara-saudara sekalian, setiap hari anda keluar dari rumah bukan hanya sekedar mencari uang. Tetapi anda sedang mencari malaikat ataupun setan untuk anda bawa sebagai oleh-oleh pulang. Pastikan hari ini dan hari-hari mendatang, anda membawa sesuatu dari sisi Tuhan, yang membuat rumah tangga anda bahagia.

Mampu membawa pulang setangkai rumput yang memiliki pancaran ruhiyah, itu lebih tinggi nilainya daripada segepok uang yang diapit tanduk syaitan. Itulah rezeki sesungguhnya dari Allah: kebahagiaan! Sebab, apa yang sebenarnya anda cari dalam hidup ini kalau bukan kebahagiaan dari sisi Tuhan.

Dalam khazanah lokal kita ada sebuah anjuran. Sebelum masuk rumah, duduk dulu di luar. Atau santailah sebentar, sambil jalan-jalan ringan menghirup udara segar. Kalau ada air cobalah berwudhuk, agar perasaan menjadi nyaman. Karena anda tidak pernah tau, bisa-bisa ada energi negatif yang mengikuti, yang dapat mengganggu hubungan anda dengan anak istri.

Pastikan. Hanya malaikat yang masuk ke rumah. Selebihnya tinggalkan di luar. Karena disaat tidak ada lagi syaitan, ucapan “salam” kepada anak istri akan memiliki vibrasi yang tinggi bagi kedamaian bersama:

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

“Semoga kedamaian dan rahmat Allah serta keberkahan-Nya terlimpah kepada kalian”.

Apa yang anda sebut sebagai home sweet home (“baiti jannati”, rumahku syurgaku) adalah rumah, bagaimanapun bentuk dan harganya, tidak anda bawa masuk syaitan ke dalamnya. Perintahkan anak dan istri anda untuk melakukan hal serupa, jangan bawa masuk syaitan ke dalamnya.

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad.*****

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s