KETIKA AKU MATI

image: dengan M.Ridha Ramli, salah satu mursyid HMI.

KETIKA AKU MATI

Ketika kerandaku dibawa keluar// jangan kalian pikir aku akan merindukan dunia ini//

Jangan tumpahkan air mata// jangan bersedih atau menyesal// karena aku tidak memasuki lubang kehancuran//

Ketika kalian melihat mayatku dibawa// jangan menangisi kepergianku// aku tidak mati// aku telah sampai di keabadian Cinta//

Ketika kalian meninggalkanku di kuburan// jangan ucapkan selamat tinggal// karena kuburan hanya selembar hijab// yang syurga ada dibaliknya//

Kalian hanya melihatku diturunkan ke liang lahat// sekarang perhatikan bagaimana aku akan bangkit// karena bagaimana ada akhir ketika matahari terbenam// atau bulan tenggelam//

Itu terlihat seperti akhir// itu terlihat seperti tenggelam// padahal itulah kebangkitan// ketika kubur menguncimu// itulah saat dimana jiwamu terbebaskan//

Pernahkah kalian melihat sebutir biji yang jatuh ke bumi?// lalu tidakkah ia bangkit dengan kehidupan yang baru?// lalu kenapa kalian ragu dengan kebangkitan sebuah biji yang bernama manusia?//

Pernahkah kalian lihat timba yang diturunkan ke dasar sumur// apakah ia kembali dalam keadaan kosong?// kenapa harus menangisi jiwamu// jika ia bisa kembali seperti Yusuf dari kedalaman sumur//

Ketika terakhir kalinya kamu menutup mulut// setiap kata dan jiwamu akan menjadi milik sebuah dunia// yang tak bertempat dan berwaktu//

Translated from RumiWhen I Die
__________________
KOPI SPIRITUAL, diseduh oleh:
http://www.saidmuniruddin.com
The Zawiyah for Spiritual Leadership

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s