KESAN MALAM PERTAMA BEGITU MENYIKSA

image: thayyiba.com

Kesan Malam Pertama Begitu Menyiksa
Oleh Said Muniruddin

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Malam pertama Ramadhan. Meunasah Lamseunong, Kajhu – Aceh Besar. Saya telat datang, pas Qiyamullail sudah dimulai. Isya sudah tuntas di rumah.

Seperti biasa. Malam-malam awal selalu penuh. Saya kebagian shaf paling belakang. Berdiri dalam barisan anak-anak. Sempat saya lirik ke baris depan. Ada Edi Fadhil disana. Kelihatan khusyuk sekali. Pasti dia sudah mendapatkan Lailatul Qadar pada malam pertama. Ha.. ha..

Rakaat demi rakaat terus berlanjut. Delapan rakaat baru saja selesai. Disela-sela shalat, seperti biasa, sang imam membaca doa-doa dan shalawat. “Subhanal malikil makbud….”.

Seorang anak kecil yang duduk tepat disamping saya, saya taksir usianya 4 tahunan, dengan wajah suntuk dan kusut masam berbisik ke teman disebelahnya, “Lama kali kok selesai shalatnya.”

Ha… ha… baru tau dia. Ramadhan dilawan!

***

Siapapun yang masih kekanak-kanakan, akan beragama dalam keadaan berat. Agama itu beban. Tidak sampai 30 Ramadhan, 15 belasan hitungan hari, jamaahnya sudah pada menghilang. [SM]

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad.*****

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s