JALAN MALAM

image: Dayah Sufimuda, Nagan Raya – Aceh (14 Ramadan 1439/ 30 Mei 2018)

JALAN MALAM

Ingin kuasingkan jiwaku ke puncak Sinaimu wahai Musa// Ingin kutenggelamkan qalbuku dalam perut ikanmu wahai Yunus// Ingin kudiamkan lisanku dalam mihrabmu wahai Maryam// Ingin ku kurung diriku dalam Hirakmu wahai Muhammad//

Karena tidakkah kalian lihat, bagaimana mutiara lahir dari cangkang sempit lagi pengap?// Tidakkah kalian benar-benar berbicara dengan Yang Maha Hidup saat dalam sulbi ibumu yang gelap?// Tidakkah kalian pelajari, bagaimana biji-bijian tumbuh setelah bumi menghimpitnya begitu erat?// Tidakkah kita semua akan bangkit setelah kubur mendekap?//

Bukankah Adam diterima taubatnya setelah dijauhkan dari surga yang gemerlap?// Bukankah Yusuf sampai ke istana raja setelah diasingkan ke dasar sumur oleh saudara-saudaranya yang jahat?// Bukankah Aiyyub disembuhkan dari penyakit setelah menjauh dari keluarga yang membuatnya penat?// Bukankah sebuah pelarian ke gua telah menjadikan aulia 7 sahabat?//

Tempuhlah jalan ‘malam’ yang sudah menjadi ketetapan-Nya untukmu//Jalan untuk menyentuh isi Alkitab// Jalan untuk menemukan berbagai cahaya malakut// Jalan Cahaya di Atas Cahaya, Ruhul Quddus//

Jalanmu adalah jalan ‘malam’// Jalan dhulumat ilan Nur// Jalan gelap menuju ketersingkapan// Sebuah jalan yang lebih baik dari 1000 jalan// Jalan yang mengubah kepompong menjadi kupu-kupu rupawan//
___________________
Nagan Raya, 15 Ramadan 1439/ 31 Mei 2018

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s