ILMU MENGHADIRKAN

image: “Tasawuf Mulla Sadra: Konsep Ittihad Al-‘aqil wa al-Ma’qul dalam Epistimologi Filsafat Islam dan Makrifat Ilahiyah”, Khalid Al-Walid, MPress, 2005.

Ilmu Menghadirkan
Oleh Said Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual Leadership

Saya lumayan penasaran mengapa dalam dunia tarekat atau sufisme, dalam berbagai situasi, para murid punya sejenis kekeramatan yang bisa menghadirkan (memanggil) guru atau mursyid begitu saja. Bahkan “wujud” sang guru yang hadir itu bukan hanya imajinasi belaka. Melainkan “wujud halus” yang memiliki eksistensi eksternal dengan efek-efeknya. Dalam filsafat emanasinya, Suhrawardi (1154-1191 M) menyebut ini sebagai salah satu gradasi dari “Nur Allah.”

Saya teringat kisah nyata seorang sahabat kami yang rajin berzikir. Baru beberapa saat yang lalu kejadiannya, ia meminta tolong kepada Guru karena kapal ikannya terbakar di tengah laut. Lalu tiba-tiba sang Guru hadir, ikut memadamkan api. Banyak sekali kisah aneh seperti ini dalam dunia makrifat, ibarat cerita-cerita mukjizat dalam tradisi nabi. Kisah-kisah ini sedang kami bukukan dalam tajuk “Karamah Auliya” seorang walimursyid tarekat di Aceh.

Saya coba menemukan penjelasan rasional atas ini semua. Ternyata fenomena “mistis” ini punya penjelasan ilmiah-filosofis dalam 226 lembaran konsep “Tasawuf Mulla Shadra: Epistimologi Filsafat Islam dan Makrifat Ilahiyah” (Khalid Al-Walid, Muthahhari Press, 2005). Semua pengalaman spiritual ini bisa kita alami manakala kita menggunakan metode “Ittihad Al-‘Aqil wal Ma’qul”: penyatuan objek dengan subjek pengetahuan.

Metode irfan inilah yang membuat seorang bisa memanggil (menghadirkan) Allah. Karena jiwa merupakan personifikasi diri-Nya, maka hanya jiwa yang bisa menghadirkan eksistensi Allah. “Keramat” yang dialami seseorang adalah sebuah bentuk kehadiran (kesatuan) Tuhan dalam diri beserta efek-efeknya. Kesatuan (ketersambungan) dengan Tuhan inilah yang menjadi inti dari beragama.

Mulla Shadra (1571-1640 M) termasuk salah satu filsuf dan juga pelaku tasawuf yang berhasil menjelaskan fenomena batiniah para penempuh jalan ruhani dalam kerangka epistemologi empirik-rasional.

Allahumma shalli ala Muhammad wa Aali Muhammad.*****

Advertisements

1 Comment

  1. Rahmayanti HS

    Bagaimana ilmu penyatuan tersebut wahai guru?
    Dimana bisa didapat?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s