ASAL USUL TAREKAT DAN TASAWUF

image: RT Barren

Asal Usul Tarekat dan Tasawuf
Oleh Said Muniruddin

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Seringkali murid-murid Sayyidi Syeikh Ahmad Sufimuda mengantarkan makanan dan hadiah lainnya kepada beliau. Persembahan-persembahan itu terlihat sempurna. Namun beliau kasyaf, memiliki sinyal petunjuk dari Allah. Hanya yang benar-benar disajikan dengan ikhlas yang ia makan/terima.

Misalnya, ada makanan yang dimasak sambil marah-marah. Beliau tau itu dan tidak mau memakannya. Ada makanan yang ketika diantar dengan mobil diletakkan di kaki. Beliau tidak makan itu karena beliau nilai makanan itu tidak diperlakukan dengan baik.

Beliau justru makan apapun jenis makanan (sesederhana apapun) ketika benar-benar disajikan dengan penuh penghormatan oleh muridnya. Beliau mendidik murid-muridnya untuk memiliki sikap ikhlas yang merupakan bagian dari taqwa. Karena dalam ibadah, gelombang ikhlas inilah yang ditangkap/diterima oleh Allah. Bukan sekedar pada mewahnya persembahan kita.

Itulah penyebab ibadah/persembahan mewah Qabil tidak diterima Allah. Syariatnya sudah terpenuhi, tetapi nilai ihsan atau getaran qalbunya tidak ada (QS. Al-Maidah: 27). Jadi, hanya ibadah para ‘abid yang sufistiklah yang sampai ke sisi Allah. Dari ayat ini pula kita diberi tau, pengamalan tasawuf dan tarekat sudah ada sejak zaman Adam dan anak-anaknya. Maka kalau ada orang-orang dungu bertanya darimana asal tasawuf itu, “ya kalau nenek moyang kau monyet mana ada barang itu”.

Kalau kuceritakan hakikat tasawuf yang sebenarnya dari seorang waliyullah yang kalian benci dan ingin singkirkan yang bernama Habil, bisa stress kalian semua:

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ ۖ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ

“Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya (beribadah) mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!”. Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa” (QS. Al-Maidah: 27).

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad.*****

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s