TIDAK BOLEH, KECUALI YANG BOLEH

image: forbidden fruit (foap.com)

Tidak Boleh, Kecuali yang Boleh
Oleh Said Muniruddin

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Tema hidup kami untuk 40 hari ke depan: “Tidak boleh, kecuali yang boleh”. Ini semacam kembali ke asas tauhid: “Tidak boleh menuhankan apapun, kecuali Allah.” Itulah hakikat puasa ini, menahan diri dari yang tidak boleh. Kalau boleh, sikat aja.

Sebenarnya sejak Adam as sudah ada amalan serupa. Di syurga apa yang tidak ada. Ia boleh menikmati apapun. Yang jangan cuma itu saja. Tapi ia lupa. Maka tercerabutlah sisi fitrah ketuhanan dan turun maqamnya dari “makhluk langit” (spiritual) menjadi “makhluk bumi” (material) – QS. Al-Baqarah: 35-36.

Dunia ini syurga, selama ada Allah bersama. Pun di dunia ini apa yang tidak ada. Lengkap. Tapi jangan kau hajar semua. Kendalikan sisi hewaniahmu. Kita ini makhluk mulia, yang bisa berubah hina secara tiba-tiba (QS. At-Tin: 4-5). Macam Adam. Hanya gara-gara secuil daging empuk, rusak makrifat 40 masa.

Maka carilah a’bid ‘urafa. Agar qalbumu bisa dibimbing dari godaan istri yang bersemayam dalam dirimu sendiri. Yaitu “hawa”. Jangan gara-gara nafsu setitik, rusak susu sebelanga. Jangan gara-gara tidak patuh, dicabut hikmah dari jiwa.

Baru aku paham, awal dari ibadah adalah menahan diri. Salam sejahtera untuk Muhammad, Isa, Musa dan nabi-nabi dari sisi Tuhannya.

Ngopi yuk!
___________________
QS. Al-Baqarah 35-36:

وَقُلْنَا يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ
(35)”Dan Kami berfirman: “Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim.

فَأَزَلَّهُمَا الشَّيْطَانُ عَنْهَا فَأَخْرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيهِ ۖ وَقُلْنَا اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ وَلَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَىٰ حِينٍ
(36) “Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan”.

1 Comment

  1. sayyid

    Assalamualaikum wr.wb,

    وَقُلْنَا يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ
    (35)”Dan Kami berfirman: “Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim.

    ayat ini jelas sekali mengatakan bahwa hawa adalah isteri adam, adam dan hawa sama sekali tidak melanggar perintah Allah apabila mereka berhubungan suami isteri.

    di syurga itu ada segalanya tetapi satu larangan saja yaitu jangan tamak,hawa nafsu itulah yg musti ditundukkan karena mencintai benda yg berlebihan daripada mencintai Allah S.W.T

    Katakanlah (wahai Muhammad): “Jika kalian mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 3:31)

    jika saya boleh bertanya: apakah cintanya adam kepada Allah lebih besar saat beliau di surga ataukah setelah diturunkan kebumi sebagai seorang nabi?

    saya yakin anda tahu jawabannya.

    wassalamualaikum wr.wb,

    ustadz sayyid habib yahya

    Like

Leave a Reply to sayyid Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s