KUTEMPELENG KAU NANTI

KUTEMPELENG KAU NANTI

Suatu ketika Tuhan marah-marah:

“Kau datang setiap waktu kepada-KU. Kau bilang ingin minta ampun. Kau bilang ingin masuk syurga. Kau bilang ingin bersyukur. Tapi, tak 1000 rupiah pun kau masukkan dalam celeng, setelah kau gunakan air dan listrik di rumah-KU semaumu. Ibadahmu rajin, tapi tak tau malu. Dimana akhlakmu. Kutempeleng kau baru tau”.

Seorang Guru Sufi berkata: “Beragamalah kalian sampai kepada tahap memberi”.***