TITIK-TITIK KETUHANAN

image: Sabang, 10 Juli 2019

Titik-Titik Ketuhanan
Oleh Said Muniruddin I Rector I The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Dalam ilmu menulis Alquran, setiap huruf terbentuk dari rangkaian titik yang sempurna. Titik yang digunakan berbentuk cube, kubik atau kubus (Kakbah). Kakbah merupakan simbol ketuhanan. Dari proporsi titik-titik kubisme berdimensi ilahiyah inilah kalimah demi kalimah menjadi dzahir melalui jari jemari para penulis Alquran.

Jadi, “Firman Kitabi” (mushaf Alquran) tersusun dari formula titik-titik berbentuk Kakbah, yang secara syariat merupakan arah ibadah. Oleh sebab itu, alfabet Alquran benar-benar memiliki spirit ketuhanan (selain juga menjadi rahasia dari berbagai nama Allah yang maha suci). Maka untuk menulisnya pun para khattath diharuskan untuk berwudhuk terlebih dahulu.

Dalam tasawuf juga demikian. Tubuh manusia tersusun dari sejumlah titik ketuhanan (lathaif). Akhlak yang merupakan wujud dari vibrasi ilahiyah baru akan hadir manakala, misalnya, ketujuh “titik fatihah” di tubuh telah berhasil dihidupkan. Bahkan tubuh manusia akan menjadi kalimah ilahi manakala keseluruhan titik telah sempurna muraqabahnya.

Jadi, “Firman Nafsani” (jiwa manusia) juga tersusun dari formula titik yang secara hakikat berpusat pada qalbu. Oleh sebab itu, manusia memiliki dimensi karamah, manakala ia dapat menghidupkan titik-titik suci dalam dirinya. Tidak ada yang dapat memiliki titik-titik divinity yang merupakan batin dari Alquran ini, kecuali oleh orang-orang yang telah disucikan.

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad.*****