HAKIKAT GURU

HAKIKAT GURU.┬áKalau sekedar ingin memperbaiki gelombang informasi dalam otak, tak perlu guru. Google saja sudah lebih dari cukup untuk itu. Tapi yang dapat menyambungkan jiwa kita dengan Allah siapa? Karena fungsi itulah yang tidak dipunyai Google dan kitab-kitab pengetahuan lainnya. Harus ada “nabi” (atau para pewarisnya) yang mengambil peran ini. Sebab, kalau sekedar bersandar kepada kitab semacam injil, zabur atau taurat; itu banyak beredar di Arab pada zaman nabi. Tapi yang dibutuhkan adalah seorang guru pembawa wasilah, guna mentransfer Kalimah Allah yang asli dalam qalbu. Sebenarnya, pola hidup manusia sepanjang zaman selalu sama: bertugas mencari ‘nabi’. Jangan berhenti pada kecerdasan (kebodohan) yang sudah ada. Temukan ruhnya Gaes!