KEKUATAN KEYAKINAN

Kekuatan Keyakinan
Oleh Said Muniruddin I Rector I The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Tidak ada yang tidak bisa. Semua bisa kita lakukan. Itu namanya “keyakinan”. The power of belief. Pada hakikatnya, Tuhanlah yang bisa melakukan segalanya, bukan kita. Maka memiliki persepsi yang kuat, atau “yakin” bisa, merupakan bentuk leburnya kita dalam dimensi ketuhanan yang serba bisa. Itulah bentuk keyakinan, yang membawa mukjizat. Iman yang mengubah dunia. Hal ini sudah dibuktikan oleh para pemimpin yang pernah di utus Tuhan ke muka bumi.

Anehnya, hari ini, orang-orang ateislah yang  terlihat punya keyakinan yang kuat untuk bisa, sehingga melahirkan inovasi dan karya-karya yang luar biasa. Mereka yang menata dunia. Kita yang beragama seperti tertinggal dan ragu-ragu: “bisa tidak ya?”. Artinya, ateis lebih ‘bertuhan’, lebih yakin (powerful) dari kita semua.

“Kalau tak bisa kau belah laut dengan tongkatmu. Kalau tak bisa kau dinginkan Api dengan keyakinanmu. Kalau tak bisa kau hidupkan orang mati dengan ilmumu. Kalau tak bisa kau lunakkan besi dengan tanganmu. Kalau tak bisa kau sembuhkan orang sakit dengan mantramu. Kalau tak bisa kau bicara dengan hewan melalui lisanmu. Kalau tak bisa kau belah bulan dengan jarimu. Tinggalkan saja mazhabmu.”

Terserah bagaimana cara anda memahami kalimat ini, rasional atau supra-rasional. Beragama tapi tidak mampu melahirkan perubahan, keajaiban dan mukjizat; itu bentuk nyata dari keyakinan palsu. “Camkan itu!”, bentak saya ke diri saya sendiri.

It’s all about power. Semua punya power, baik muslim atau kafir. Lihat bagaimana tukang sihir Firaun punya power menciptakan ular. Power tukang sihir itu juga dari Tuhan, namun iblis sebagai intervening variabel-nya. Musa juga punya power (‘sihir’) yg sama untuk menciptakan ular. Namun ular Musa lebih besar dan mampu mengalahkan ular-ular Firaun. Sebab Musa juga mengambil power dari Tuhan melalui wasilah “nur-Nya”.

Hari ini, kita menghadapi para tukang sihir (politisi, ilmuan dan kapitalis-kapitalis) yang menciptakan ular-ular pemakan sendi-sendi kehidupan dunia secara membabi buta. Namun tidak bisa kita kalahkan. Karena belum ada dari kita yang mampu menciptakan ular yang bisa memakan ular-ular mereka. Ini bukti kita tak lagi terkoneksi dengan Nur, dengan Allah. Akal dan spiritualitas kita tidak tersambung dengan alam gaib/kekuatan-kekuatan malakutiyah.

Jadi, dunia ini medan perang “black magic” (kelompok dhalim) dengan “white magic” (orang-orang hanif). Kalau faith kita tidak sampai ke sisi Tuhan, kita kehilangan daya magis. So, improve your belief system and something big will happen!

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad.*****
___________________
powered by PEMUDA SUFI:
Bahagia, Kaya dan Terpelajar.