DARI MEMINTA KE MEMBERI

image: disain gedung KAHMI Aceh

Dari Meminta Ke Memberi
Oleh Said Muniruddin I Presidium Kahmi Aceh

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Hidup ini adalah training pengembangan ketauladanan berkelanjutan. Termasuk salah satu yang tersulit adalah merubah mental. Dari “meminta” ke “memberi”.

Masa mahasiswa ketika masih di HMI, kita diajarkan untuk berani meminta. Teknik membuat proposal, lobi-lobi dan ilmu cakologi diajarkan. Tidak ada yang salah dengan meminta. Karena ada agenda keummatan yang harus kita selesaikan dengan kebutuhan dana.

Namun, sebagian kita terlalu asik meminta-minta (proyek dan sebagainya). Sehingga lupa meng-upgrade diri ke tabiat “memberi”. Akhlak “ringan tangan” harusnya sudah mulai terbentuk saat kita menjadi alumni.

Sejatinya, siapapun dia yang sudah dewasa (tidak mesti alumni HMI) pekerjaannya adalah memberi. Setidaknya, tidak ragu atau berat tangan untuk bersedekah. Sebab, kita tidak lagi hidup di zaman kanak-kanak yang senantiasa meminta-minta. Era menjadi pengurus komisariat sudah lewat. Kita ada di fase “tangan diatas”. Memberi dan terus memberi.

Makanya, kalau ada agenda pengumpulan waqaf untuk kepentingan umum, berlomba-lombalah untuk memberi. Toh, semua kita cepat lambat akan mati. Apa yang tersisa untuk akhirat kita, kecuali apa yang pernah kita beri. Tidak ada alasan untuk tidak memberi. Sebab, tidak ada dari kita yang benar-benar miskin. Sudah bertahan hidup sejauh ini merupakan pertanda kita masih disantuni Tuhan. Berbagilah.

image: Rapat komitmen waqaf pembangunan gedung KAHMI Aceh (kediaman A. Humam Hamid, 20 Oktober 2019)

Alhamdulillah. Kita bersyukur dengan antusiasme para alumni dalam berwaqaf untuk pembangunan gedung KAHMI. Batu pertama InsyaAllah akan segera diletakkan sebagai tonggak baru sejarah keluarga besar HMI Aceh. Gedung ini untuk jangka panjang diproyeksikan berguna bagi aktifitas keislaman dan keumatan para alumni maupun kader HMI.

Kita memberi apresiasi jika ada yang ingin terus membantu. Karena melalui kontribusi waqaf seperti inilah sesungguhnya kita sedang naik kelas, dari “meminta” ke “memberi”. Dari mental pengurus komisariat, ke jiwa sejati seorang alumni. Negara ini pasti akan semakin baik jika kita semua lebih senang memberi daripada merampok.

Coretan singkat ini sengaja saya tujukan untuk mendidik diri saya pribadi yang masih harus belajar banyak dalam hal memberi.

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad.*****

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s