KEABADIAN (NUR) MUHAMMAD

Keabadian (Nur) Muhammad
Oleh Said Idris Athari Muniruddin I Rector I The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Orang ini tidak pernah mati. Kelahirannya terus diperingati. Iya, Muhammad itu baharu. Sudah tiada. Sebab, sifat “adam” (ketiadaan/kefanaan) memang nature dari kemakhlukannya. Tapi kerasulan-Nya abadi. Ada wajah hakiki Tuhan disana (QS. Ar-Rahman: 26-27). Tanpa unsur “nur”-Nya sendiri, apa urusan Allah bershalawat kepadanya.

Maka sembahlah Dia yang maha hidup, Dzat suci, titik koordinat azali yang menyertai setiap khalifah maksumin yang mewarisi-Nya. “Hei malaikat, kalian butuh kiblat. Maka sujudlah kepada (sisi Qadim) adam, bukan kepada si adam yang bakal mati”. Itu dimensi berguru dalam tariqat. Tapi Iblis tidak berani mengamalkannya. Takut tauhidnya rusak.

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan ORANG-ORANG YANG KAFIR” (QS. Al-Baqarah: 34).

Ingat ya, iblis itu orang. Alim. Cerdas. Tapi menolak ketika diajak melangkah ke dimensi paling batiniah dari agama. Sombong.

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad.*****
___________________
powered by PEMUDA SUFI:
Bahagia, Kaya dan Terpelajar.

1 Comment

  1. Abdul qadir jaelani

    Tulisan yang sangat luarbiasa abangda said. Tercerahkan.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s