BELAJAR MELEPASKAN

image: “two sides of the same coin”

Belajar Melepaskan
Oleh Said Idris Athari Muniruddin I Rector I The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Hidup itu ibarat dua sisi dari satu coin. Disatu sisi, kita ingin terus memiliki. Menguasai. Merebut. Mengumpulkan. Menumpuk.

Siapa sih yang tidak ingin punya segalanya. Islam mengajarkan kita untuk kaya. Tapi kita tidak tau dimana endingnya. Itulah dunia. Kita bisa terjebak kalau tidak tau sisi lainnya.

Sisi lainnya adalah, kita tidak boleh memiliki apapun. Semua yang kita temukan dan peroleh, harus dikembalikan kepada Tuhan. Maka, hidup yang baik adalah “belajar menyerahkan”.

Inilah bentuk “kepasrahan total” kepada Tuhan. Inilah ISLAM hakiki. Disatu sisi kita disuruh berusaha dan mencari. Lalu disisi lain harus ada kesadaran bahwa tidak ada yang namanya kepemilikan. Semua milik-Nya. Ini terasa saat nanti kita mati. Berat sekali meninggal, kalau masih merasa memiliki. Mati itu sendiri artinya “mengembalikan” diri kita sepenuhnya kepada Allah.

Maka, makin cepat kita ‘mati’, makin bagus. Artinya, makin cepat kita merasa tidak memiliki, makin cepat kita makrifat (mengenal, merasakan kehadiran atau berjumpa Allah).

Itulah sufisme, mengajarkan kita cara kembali. Banyak rahasia yang sudah diajarkan Guru tentang cara mengembalikan milik Tuhan. Dan ternyata, itulah kunci berkah bahkan melimpahnya rejeki.

Bersuluklah. Penuhilah panggilan Allah dan Rasulnya. Tinggalkan pekerjaan, harta dan anak istri (suami). Tidak lama. Hanya 10 hari (dalam versi tertentu bisa mencapai 30 atau 40 hari). Para nabi dan orang-orang shaleh menempuh jalan ini.

Allah berfirman: “Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi” (QS. Al-Munafiqun: 9). Rasulullah juga pernah mewanti-wanti kita bahaya wahn, yaitu: “cinta dunia dan takut mati” (HR. Ahmad dan Abu Daud).

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad.*****
___________________
powered by PEMUDA SUFI:
Bahagia, Kaya dan Terpelajar.

1 Comment

  1. Belum bisa sampai dsini. Ada tipsnya ga pak

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s