“LOH MAHFUZ” INDEX

image: “spiritual university”

“Loh Mahfuz” Index
Oleh Said Idris Athari Muniruddin

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM. “Anda mengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, tapi kok banyak menulis tentang spiritualitas?”, tanya kolega. “Itulah kerja Tgk. Syiah Kuala”, balas kami sambil bercanda.

Meskipun sehari-hari mengajar dan membimbing riset mahasiswa di bidang akuntansi dan bisnis di Universitas Syiah Kuala – Banda Aceh, kami banyak meluangkan waktu menulis tentang islam and spirituality. Ketertarikan terhadap pemikiran keislaman, khususnya sufisme, sudah dimulai sejak mahasiswa. Selain kelihatannya juga dipengaruhi oleh genetik keluarga.

Maka, ketika seorang teman menemukan kami sering mengulas topik-topik gnostisisme (meskipun sehari-hari bekerja di universitas ‘sekuler’), kami menjawab seloroh: “Inilah spirit sesungguhnya dari Sheikh Abdurrauf bin Ali, atau populer dengan Syiah Kuala.” Nama universitas ini sendiri diambil dari identitas seorang ahli tasawuf dan tarekat Asia Tenggara abad 17. Maka sudah tepat jika kami ikut meneruskan semangatnya.

Sebenarnya, selain mengabdi di universitas yang sudah berusia 58 tahun ini, kami juga sering mengalokasikan waktu untuk memberi training, ceramah dan materi-materi terkait pengembangan karakter sosial, bisnis dan keorganisasian dalam tema-tema spiritual leadership. Ini kami lakukan kepada berbagai institusi, baik di Aceh maupun daerah lainnya di Indonesia.

Untuk mendukung dakwah ini, tahun 2015 kami merilis http://www.saidmuniruddin.com. Web tersebut di branding dalam nama “The Zawiyah for Spiritual Leadership”. Selain menjadi personal record untuk kinerja-kinerja akademik, platform ini menjadi semacam school of thought, dayah ilmu-ilmu hikmah, universitas virtual, atau sudut tempat kami menuangkan ide-ide berkenaan dunia yang berkearifan. Empat tahun sejak launching, 250 artikel telah lahir. Tahun 2019 tercatat 70 artikel yang terpublikasi. Selebihnya ada puluhan puisi dan konsep-konsep sederhana lainnya. Sekitar 130 ribu pembaca telah mengakses tulisan-tulisan kami. List keseluruhan artikel dapat dilihat disini.

Meskipun tidak memiliki indeks scopus, tulisan-tulisan kami terindeks Loh Mahfuz. Memang terkesan seperti mengada-ada. Tapi begitulah dia. Apapun yang kita tulis, tentu tidak akan pernah terlihat sempurna menurut standar intelektual dan jurnalisme manusia. Namun sebisa mungkin karya-karya anda, sesederhana atau sekompleks apapun, harus mendapat otorisasi untuk publish dari-Nya. Ini bukan persoalan sempurna atau tidak. Ini masalah diterima atau tidak. Walaupun tulisannya amburadul, namun Tuhan suka, anda mau apa?

Ada mekanisme tabayyun (verifikasi) dalam khazanah spiritual. Jika sinyal jaringan malakut anda kuat, anda bisa meng-googling melalui alam kesadaran ruhani apakah sebuah  karya telah terindeks di pusat pengetahuan alam semesta atau tidak. Semua produk pemikiran telah melewati proses peer review oleh raqib atid. Dengan demikian tercatat dalam kategori artikel “kanan” (accepted) ataupun “kiri” (rejected) di pusat database alam ilahi.

Maka  sebagaimana diajarkan Guru, kami tidak menulis sebelum diizinkan Allah. Tulisan baru terbit, jika telah ada ridha-Nya. Kami berusaha agar khatir (ide-ide tulisan, meski sangat provokatif sekalipun) turun dari alam rabbani. Jadi bukan sekedar permainan alam akal, apalagi dorongan rendah ego dan motif-motif ‘duniawi’ lainnya. Kami menyandarkan diri pada kaidah-kaidah spiritual writing.

Metode menulis seperti ini sangat langka. Dan merupakan warisan intelektualisme Islam yang sangat tua. Anda tau, 10 perintah Tuhan tidak tergores pada sebilah batu, sebelum jiwa Musa terhubung dengan Allah ta’ala. Sebagaimana Mushaf Usmani tidak lahir, sebelum nur Allah ‘terpancar’ pada jari-jari para penulisnya. Ibnu ‘Arabi juga tidak mengarang karya-karya agung mistiknya, melainkan ‘didekte langsung’ oleh Sang Nabi. Pun Al-Ghazali, baru meramu hadis dalam kitab-kitabnya setelah mendapat ‘konfirmasi’ dari Rasul. Begitu juga anda sebagai intelektual yang bertuhan, tidak seharusnya menulis, tanpa terlebih dahulu terkoneksi dengan-Nya.  Bagi kami, tanpa izin Allah dan Rasulullah, menulis itu bid’ah hukumnya. Suatu waktu kami akan berbagi ilmu dengan anda tentang etika spiritual dan teknik menulis kaum ‘urafa.

Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak/ibu yang telah menjadi pembaca setia. Tahun 2020 ini, kami akan mengumpulkan semua tulisan untuk dihidangkan menjadi sejumlah buku yang akan memperkaya jiwa. Keep reading!

Allahumma  shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad.*****
___________________
powered by PEMUDA SUFI:
Bahagia, Kaya dan Terpelajar.