SHOLAT, URUSAN SIAPA?

image: “moslem at prayer” (charles bargue)

SHOLAT, URUSAN SIAPA?

Suatu hari Nasruddin bertemu seorang ulama yang baru pulang dari masjid. Nasruddin kena tegur olehnya.

ULAMA: “Kenapa kamu masih duduk-duduk di warung, belum juga sholat?”, hardik sang ulama dengan nada tinggi.

NASRUDDIN: Si Nasruddin dengan santai menjawab, “Anda sendiri bagaimana, sudah sholat?”

ULAMA: “Alhamdulillah, sudah!!”

NASRUDDIN: “Apakah sholat yang baru anda kerjakan itu diterima oleh Allah?”.

ULAMA: “Itu bukan urusan saya. Itu urusan Allah”.

NASRUDDIN: “Maka biarlah sholat ini menjadi urusan saya dengan Allah. Bukan urusan anda. Kapan saya mau, akan saya kerjakan. Toh anda sendiri tidak tau apakah sholat anda diterima atau tidak. Lalu mengapa anda begitu sombong mengurusi ibadah orang lain”.
___________________
MORAL VALUE:
Beribadah itu penting. Tapi memastikan ibadah kita diterima, itu jauh lebih penting dari pada sekedar sudah tuntas melaksanakannya. Mahasiswa saja tau apakah lulus atau tidak sebuah mata kuliah, diterima atau tidak skripsi oleh dosennya. Demikian juga kita yang mengaku sebagai hamba-Nya, harusnya tau apa hasil penilaian Tuhan terhadap rujuk dan sujud kita. Tanpa menunggu kiamat tiba. Mengajak boleh, tapi jangan menggurui.