RITUAL SAINTIS DAN RITUAL METAFISIS

Ritual Saintis dan Ritual Metafisis
Oleh Said Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Ada dua kategori ritual: ritual saintifik dan ritual metafisik.

Jenis ritual pertama adalah seperti “ketok-ketok perut” dan “senter-senter mulut”. Kemudian disuruh minum satu bulatan kecil yang hampir tak terlihat mata. Beberapa hari kemudian, sakit orang yang diterapi hilang begitu saja. Ada juga ritual lainnya, seperti “menusuk-nusukkan jarum kecil ke kulit”. Beberapa jam kemudian badan orang yang diobati jadi bertenaga. Ada ritual lainnya, seperti “meniup mulut” dan “menyetrum dada”. Lalu orang yang pingsan kembali dari sekaratnya.

Tidak banyak orang awam yang bisa menjelaskan, bagaimana cara kerja ritual semacam ini. Banyak orang mati gara-gara anda berlagak jadi dokter. Walau memakai baju putih dan gantung stetoskop dileher, tanpa keahlian yang genuine, yang diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman yang panjang; aksi-aksi saintifik kita justru akan dikenakan pasal “malpraktek”. Makanya, berlagak jadi dokter tanpa menguasai “mekanika” materi, hasilnya dapat dipastikan: GAGAL.

Jenis ritual kedua adalah seperti “memukul-mukul tongkat”, lalu seketika laut terbelah dua. Ada juga ritual “melempar kayu”, lalu berubah jadi ular besar yang berbisa. Ritual lainnya termasuk “meniup mayat”, lalu tubuh yang mati kembali bernyawa. Ada pula yang mempraktekkan ritual “menunjuk jari ke angkasa”, lalu bulan terbelah seketika. Ada juga bentuk ritual masal, “ramai-ramai rujuk sujud di tanah terbuka”. Lalu hujan deras turun secara tiba-tiba.

Tidak banyak orang cerdas yang bisa menjelaskan kenapa itu bisa. Banyak orang sesat gara-gara anda berlagak jadi ulama. Walau memakai surban putih, dengan tasbih yang terus diputar, tanpa koneksitas dengan Tuhan, yang diperoleh melalui mujahadah berkepanjangan, doktrin dan aksi keagamaan kita justru jadi “opium” dan fantasi. Makanya, coba-coba meniru nabi, tanpa menguasai “kode-kode” (wisdom) metafisik, hasilnya sudah pasti: NIHIL.

Kesimpulan. Penyakit punya wujud fisik dan juga metafisik. Ritual apapun yang kita lakukan untuk menghilangkannya, saintifik ataupun metafisik, sebaiknya kita tau “bahasa” yang dipahami oleh masing alam itu.

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad.*****
___________________
powered by PEMUDA SUFI:
Bahagia, Kaya dan Terpelajar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s