KITA AKAN DIGANTIKAN

image: “kita harus memperbaiki diri”

Kita Akan Digantikan
Oleh Said Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Sebelum munculnya adam (manusia) yang kita kenal, telah ada spesies adam (manusia) lain. Seperti Homo Neanderthal, Homo Erectus, Homo Soloensis, Homo Floresiensis, Homo Denisova, Homo Rudolfensis, Homo Ergaster dan lainnya. Lalu mereka dimusnahkan alam, sebagaimana terindikasi dalam Alquran: “akibat perilaku merusak dan menumpahkan darah.”

Kemunculan spesies adam seperti kita (Homo Sapiens), sebenarnya juga mendapat protes malaikat karena akan mengulang hal yang sama. Tapi Tuhan memberi kita kesempatan berkembang. Karena disinyalir, kita “makhluk bijaksana”. Sapiens berarti “bijaksana”, punya kognisi yang tinggi. Secara rasional mengetahui adanya Tuhan:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi“. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui(QS. Al-Baqarah: 30)

Setelah sekian lama mendiami bumi, “kebijaksanaan” kita mulai luntur. Sifat rakus dan saling menghabisi (destructive power) telah menguasai Bani Sapien Adam. Melalui gelombang penyakit dan bencana, alam seperti ingin menggantikan kita dengan spesies lain, genetik baru yang lebih baik. Artinya, Homo Sapiens sudah mendekati kiamat. Ini akhir (bagi) zaman (kita). Setidaknya itulah pesan alam, pesan Tuhan:

وَإِنْ تَتَوَلَّوْا يَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ ثُمَّ لَا يَكُونُوا أَمْثَالَكُمْ

“.. dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain; dan mereka tidak akan seperti kamu ini” (QS. Muhammad: 38)

Apakah kita masih bisa mengubah arah sejarah untuk bertahan? Jika iya, maka perlu perubahan spiritualitas mendasar dalam segala aspek kehidupan. Karena, ketika alam metafisik bisa ditata ulang, wujud fisik dari wabah dan bencana juga hilang. Sebab, semua yang terjadi adalah pancaran (tajalli) dari subsconcious akhlak: “ulah tangan manusia” (QS. Rum: 41).

Jangan main-main dengan wabah akhir zaman. Karena ia membuat panik bahkan kekisruhan. Untuk itu, dunia yang sakit dan sesat ini harus diberi petunjuk (mahdi). Agar kita bisa kembali kepada hakikat kearifan sebagai Homo Sapiens. Atau bahkan menjadi Homo Deus. “Godlike”, kata Hariri. Manusia setengah dewa. Namun dia memahaminya dalam algoritma (data) saintifik. Sementara kami lebih meyakini ini dalam algoritma jiwa. Makrifah. Menyatu dengan Tuhan. Sebuah spesies baru yang memiliki muraqabah (divine power). Yang dengan itu dunia bisa memasuki tatanan baru, lebih adil, etis dan penuh welas asih.

LIHAT JUGA: “Who are the Virus?”

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad.*****
___________________
powered by PEMUDA SUFI:
Bahagia, Kaya dan Terpelajar.