AYAH PULANG

AYAH PULANG
Oleh Said Muniruddin

Anakku,
maafkan ayah.
Yang banyak menghabiskan waktu,
membangun relasi di luar rumah.

Anakku,
maafkan ayah.
Yang sibuk mencari rejeki,
sehingga lupa mengenalmu.

Anakku,
maafkan ayah.
Yang tak menawarkan pelukan,
dikala engkau sedih dan susah.

Anakku,
maafkan ayah.
Yang menyapa orang-orang dengan ramah,
sementara menegurmu dengan marah.

Anakku,
maafkan ayah.
Yang selalu memberimu mainan,
bukan telinga yang mendengarkan.

Anakku,
maafkan ayah.
Yang lebih banyak mengusap gadget,
daripada menyentuh wajahmu.

Maafkan ayah, Nak!
Maafkan…

Anakku,
maafkan ayah.
Yang pergi terlalu jauh,
dan selalu meninggalkanmu.

Anakku,
maafkan ayah.
Yang terus mengejar mimpi,
tapi lupa melihatmu sebagai kenyataan.

Anakku,
maafkan ayah.
Yang wujudnya selalu ada,
tapi kekurangan makna.

Anakku,
maafkan ayah.
Yang membiarkanmu tumbuh sendiri,
bersama patung dan boneka.

Ayah minta maaf.
Ayah merindukan kalian.
Ayah pulang!
Ayah pulang!
___________________
Banda Aceh, 20 April 2020