MISTISISME AL-QURAN

Mistisisme Al-Qur’an 
Oleh Said Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual Leadership

BERIKUT beberapa tulisan dari kami terkait Al-Quran, dalam dimensi sufistik.

(1) MUKJIZAT TERBESAR ADALAH PERJUMPAAN DENGAN TUHAN. Alquran Tidak hanya bercerita tentang Tuhan. Tapi juga mengisahkan banyak manusia yang mengalami kontak, berbicara dan berjumpa dengan Tuhan. Itulah mukjizat. Bisa terhubung dengan Tuhan. Sudah hilangkah mukjizat itu? https://saidmuniruddin.com/2019/12/05/mukjizat-terbesar-adalah-perjumpaan-dengan-tuhan/

(2) AGAMA TEORI DAN AGAMA RASA. Ada buku yang tebalnya 30 juz, berisi 114 surah, dengan lebih dari 6000 ayat; menjelaskan apa-apa yang dianggap patut kita ketahui. Walau banyak juga yang masih hipotetis, belum kita mengerti (mutasyabih). https://saidmuniruddin.com/2019/12/11/agama-teori-dan-agama-rasa/

(3) BAHASA YANG DIPAHAMI TUHAN. Alquran yang “asli” tidak memiliki wujud lahiriah. Ia adalah wahyu, kode-kode suprakosmik yang sangat unik. Semacam bahasa sinyal yang memiliki arus mistis dan getar, sebelum diconvert ke suara, huruf dan makna-makna. Inilah bahasa keramat. Bahasa yang bisa menghancurkan gunung-gunung. Bahasa yang bisa menyembuhkan. Bahasa yang mengusir setan. Bahasa yang menyelamatkan. Https://saidmuniruddin.com/2019/11/24/bahasa-yang-dipahami-tuhan/

(4) IQRA’ (DZIKIR). Nabi Muhammad SAW bingung. Memangnya apa yang mau dibaca? Tidak ada tradisi membaca dalam dunia Arab. Saat diturunkan, juga tidak ada dokumen tertulis dari Alquran untuk dieja. Konon lagi ada pendapat bahwa Nabi SAW tidak bisa membaca. Jadi mengapa disuruh membaca? Apanya yang dibaca? https://saidmuniruddin.com/2019/04/15/iqra/

(5) “NUN”. Titik NUN (Nur Muhammad) merupakan “pena/tinta” tempat munculnya ilmu-ilmu rahasia (QS. Al-‘Alaq: 1-5). Titik NUN (Nur Muhammad) merupakan sumber dari segala cahaya, kitab atau pengetahuan (QS. AL-Maidah: 15). Dalam berbagai hadis, titik NUN ini disebut juga dengan “al-haq al-makhluk” atau “al-syajarah al-baidha”. Karena seluruh makhluk atau eksistensi memancar darinya. https://saidmuniruddin.com/2019/04/17/nun/

(6) THE QURANIC CODES. Alquran merupakan petunjuk. Sebagai petunjuk, Alquran harus menjadi kitab yang bisa dipahami. Disinilah letak masalahnya, ayat paling pertama pada lembaran pertama setelah abstrak (Fatihah) justru tidak ada yang paham. Ayat itu adalah “Alif Lam Mim.” Kenapa Al-Quran harus dimulai dari sebuah ayat yang maknanya membingungkan? https://saidmuniruddin.com/2018/05/20/the-quranic-codes/

(7) “12”: THE SACRED CODE OF LEADERSHIP. Dalam Alquran, Kata “imam” berjumlah 12. Begitu pula kata “Khalifah”. Angka 12 mengandung kode-kode kepemimpinan, baik dalam konteks mistik maupun saintifik. Coba kita lihat penjelasannya. https://saidmuniruddin.com/2017/06/13/12-the-sacred-code-of-leadership/

(8) MAZHAB IQRAK. “Agama” itu “membaca”. Bacalah semua jenis kitab kertas yang ada dimuka bumi. Apakah itu kitab kuning, kitab putih, kitab merah dan lainnya. Juga bacalah ayat-ayat yang tersirat dalam kitab alam semesta dengan “akal pikiran”, sehingga lahir ilmu pengetahuan. Tak kalah penting, bacalah ayat-ayat anfusi. Yaitu genetik Tuhan (wahyu) yang telah terinstall dalam kitab jiwa. Agar kita bisa kembali pada-Nya. https://saidmuniruddin.com/2015/06/21/mazhab-iqra/

___________________
SAID MUNIRUDDIN
The Zawiyah for Spiritual Leadership
YouTube: https://www.youtube.com/c/SaidMuniruddin
Web: saidmuniruddin.com
fb: http://www.facebook.com/saidmuniruddin/
Twitter & IG: @saidmuniruddin