THE FORTUNATE FEW

The Fortunate Few
Oleh Said Muniruddin I Rector I The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Pandemi ini juga hadir untuk menguji ketangguhan sektor bisnis. Hasil survey menunjukkan, 82-84 persen usaha di Indonesia; baik usaha kecil, menengah dan besar (UKM dan UMB) mengalami penurunan pendapatan. Sementara 13-14 persen lainnya mampu mempertahankan pendapatannya seperti pada level sebelum pandemi. Hanya 2 persen saja yang pendapatannya meningkat selama Covid-19. Detil hasil survey, sektor usaha apa saja yang naik dan menurun pendapatannya, serta kondisi masing usaha di tengah pandemi; dapat ditelusuri pada rilis terkait (BPS, September 2020).

Yang menarik untuk kita bahas disini adalah angka 2 persen itu. Inilah yang disebut The Fortunate Few, “sekelompok kecil yang beruntung”. Disaat kinerja orang-orang mengalami stagnan, bahkan penurunan, ada beberapa orang orang yang prestasinya justru meningkat. Fenomena ini tidak terbatas pada dunia bisnis saja. Angka yang sama juga berlaku pada berbagai sektor kehidupan: sosial, budaya, politik, hukum, agama, dan lainnya.

Dunia ini sebuah medan juang abadi, yang penuh ‘virus’ dan tantangan. Mayoritas kita justru kalah, menyerah dan terpuruk oleh keadaan. Sisanya berusaha untuk survive. Hanya sebagian kecil yang mampu meraih kemajuan. Yang terakhir ini disebut sebagai The Fortunate Few, “orang-orang beruntung”. Jumlah mereka tidak banyak, 1-2 persen dari sebuah populasi. Jika ingin sukses, tidak ada pilihan lain, kita harus berada pada kelompok kecil ini.

Mungkin karena itulah suatu ketika terdengar seorang pemuda berdoa di tengah pasar (lain menyebutnya di Kakbah):

اللهم اجْعَلْنِي مِنْ عِبَادِكَ القَلِيْلِ
“Ya Allah, Jadikanlah aku termasuk golongan hamba-Mu yang sedikit”.

Umar bin Khattab keheranan mendengar doa ini, sampai kemudian mendapat penjelasan dari sang pemuda melalui ayat: وَقَلِيْلٌ مِّنْ عِبَادِيَ الشَّكُوْرُ .“Dan sedikit sekali dari hamba-hamba Ku yang bersyukur” (QS. Saba: 13). Ternyata, orang-orang yang sedikit (few) itu adalah orang-orang yang pandai bersyukur. Inilah orang-orang yang banyak mendapat untung (fortunate).

Orang-orang yang “pandai bersyukur” adalah orang-orang yang mampu melihat sisi positif dari segala kondisi. Mereka bisa sukses di tengah wabah dan tekanan karena mampu mengapresiasi ketentuan (takdir) Tuhan. Jumlah orang yang seperti ini sangat sedikit. Di saat pandemi menyerang dunia, misalnya, mayoritas kita menjadi takut dan mengunci diri. Putus asa. Banyak mengeluh. Sehingga kinerja menurun. Karena kita melihat Corona sebagai sesuatu yang menakutkan dan harus dihindari. Hanya sebagian yang bersikap positif, berprasangka baik terhadap Covid-19, dan melihat ini sebagai peluang untuk lebih baik dan maju. Inilah kelompok yang “sedikit” (qalilun), yang semakin eksis di tengah cobaan. Pandai mengelola sumberdaya untuk menghadapi ujian. Orang-orang seperti ini cuma ada 1-2 persen dari total sebuah populasi.

The fortunate few adalah orang-orang yang “pandai bersyukur”. Secara substansif bermakna terpaut hati dengan Allah. Dalam makna yang lebih luas dipahami sebagai: gigih, optimis, dan mampu melihat aneka peluang di tengah hantaman badai. Mereka kreatif dalam memanfaatkan sumberdaya yang terbatas, di tengah kompetisi yang keras. Sehingga selalu beruntung. Karena itulah 1 persen orang kaya yang menguasai 82 persen kekayaan dunia (Oxfam Wealth Report, 2017)  juga di sebut sebagai the fortunate. Bahkan ada majalah bernama Fortune 500. Setiap tahun merilis daftar perusahaan paling kaya di dunia. Di Indonesia juga begitu, 1 persen orang kaya juga menguasai 50 persen aset nasional (Tempo, 2019). Entah karena beruntung, entah karena lihai. Mungkin kombinasi keduanya. Yang jelas, mereka sangat percaya diri dan berani untuk terus menjadi nomor satu. In any condition!

Begitu pula dalam bidang sosial, budaya, politik, hukum, agama, dan lainnya. Hanya ada sekitar 2 persen saja orang yang benar-benar berpengaruh (leading/reference) pada masing sektor atau sub-sektor ini. Cerita-cerita menarik dan unik ada diseputaran figur 2 persen ini, siapa sesungguhnya mereka dan bagaimana mereka bekerja? Dan sukses itu sendiri adalah, ketika anda sudah masuk dalam piramida kelompok 2 persen di bidang yang sedang anda tekuni. Kompetisi kita di dunia ini, pun sebenarnya bukan kompetisi untuk mengalahkan orang. Tetapi kompetisi untuk menjadi lebih baik, lebih tangguh, lebih kuat, lebih kreatif, dan lebih apresiatif terhadap Tuhan. Inilah yang menyaring dan melahirkan orang-orang yang sedikit!

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad.*****

💥 powered by PEMUDA SUFI
___________________
SAID MUNIRUDDIN
The Zawiyah for Spiritual Leadership
YouTube: https://www.youtube.com/c/SaidMuniruddin
Web: saidmuniruddin.com
fb: http://www.facebook.com/saidmuniruddin/
Twitter & IG: @saidmuniruddin