BINTANG ‘ARASY DI TEBO

Para Master LK-2 Tebo, Jambi

Bintang ‘Arasy di Tebo
Oleh Said Muniruddin | Penulis Buku “Bintang Arasy”, Presidium KAHMI Aceh, Rector The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Awalnya dijadwalkan oleh MoT Ardiansah untuk memberi materi di Kabupaten Tebo, Jambi, pada Kamis 29 Oktober 2020. Saya minta diundur ke Ahad dan Senin, 1-2 November 2020. Sebab, Rabu dan Kamis saya harus ke Bener Meriah. Di ketinggian 600 mdpl Aceh tersebut, bersama ratusan ikhwan lainnya; saya tidur di bawah terpal, berbalut jaket tebal, dengan berbekal kopi dan pop mie. Tapi dinginnya udara dikalahkan oleh hangatnya aura tawajuh bersama Abuya Sayyidi Syeikh Ahmad Sufimuda, seorang walimursyid tariqah Naqsyabandi Alkhalidi di Aceh. Maulid sederhana kami rayakan disana. Terasa ada transendensi ruhani sang Nabi pada momen ini. Dua malam berlalu di Dayah dalam zikir sirri. Love, peace and joy. Begitu bermakna.

600 mdpl, Aceh

Semalam lagi kami habiskan bersama anggota keluarga di tepi Danau Laut Tawar, Aceh Tengah. Kami menghayal seolah-olah sedang berada ditepian Lake Constance Jerman, ataupun di suatu tempat di New Zealand sana. Panoramanya indah sekali. Itulah ekspresi untuk mengisi cuti panjang bersama keluarga.

Danau Laut Tawar, Aceh Tengah

Ke Jambi

Tengah malam tiba di Banda Aceh. Pagi harinya, Ahad 1 November pukul 8 Wib, Batik Air membawa kami ke Jakarta. Sore pukul 15 Wib, Lion Air Boeing 737-900 ER meneruskan perjalanan ke Bandara Sultan Thaha, Jambi.

Di sana sudah menunggu teman-teman, para kader HMI. Setelah sholat magrib di Masjid Agung Alfalah, kami dibawa ke kantor HMI Cabang Jambi. Rupanya sedang ada LK-1. Sudah sebulan lebih latihan kepemimpinan untuk mahasiswa Islam aktif lagi di kota ini, setelah sebelumnya sempat off karena Covid-19. Sekitar 40 menit saya mengisi materi dan motivasi, sebelum diajak mencicipi Tempoyak khas Jambi.

LK-1 HMI Cabang Jambi

Saat itu jam sudah menunjukkan pukul 20 wib. Sebenarnya ada undangan untuk memberi mukaddimah secara daring pada acara silaturahmi Jaringan Indonesia (JARI) yang dikoordinir oleh bang Yayat Biaro, politisi dan anggota DPR-RI 2014-2019. Zoom meeting maulid yang mengambil tema “Rindu Nabi, Rindu Keagungan, Rindu Kebaikan” ini diikuti oleh teman-teman JARI se-Indonesia.

Selain kami, ada Dr. Mohammad Nasih (akademisi, pengasuh sebuah Ponpes Tahfidz, pendiri Monash Institute dan sekolah alam Planet NUFO Rembang) dan ustadz Sujarwo (Jogyakarta) yang akan mengisi pengantar diskusi. Sejak pukul 20 wib saya sudah online di depan layar zoom dari dalam mobil, sambil melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Tebo yang akan menempuh waktu 4 jam. Kami harus segera berangkat, karena dijadwalkan menjadi pemateri pada tengah malam itu.

Namun, baru sekitar 40 menit zoom dimulai, saat itu Dr. M.Nasih yang menjadi pembicara pertama, mobil kami sudah keluar dari Kota Jambi dan mulai memasuki hutan. Sinyal pun terputus. Kami gagal memenuhi permintaan bang Yayat untuk menjadi pembicara kedua. Padahal ada materi sufistik tentang ‘ketuhanan’ Muhammad yang kami sebenarnya sangat ingin berbagi, guna memanaskan pertemuan yang dihadiri para politisi dan intelektual nasional itu.

Tiba di Kabupaten Tebo

Harusnya pukul 12 malam kami sudah tiba di Tebo. Tapi apa daya. Sekitar 30 menit menjelang sampai, mobil Innova yang kami tumpangi mendapat ‘serangan’. Mesinnya mati mendadak. Entah karena kepanasan karena dikebut sepanjang malam. Atau mungkin karena ada masalah teknis lainnya. Hampir dua jam kami dalam gelap malam di pinggiran hutan karet. Hanya ada suara kodok yang menghibur, yang terdengar seperti sedang melantunkan dangdut-dangdut koplo terkini. Fortuner pengganti akhirnya datang menjemput. Sudah terlalu larut. Jadwal penyampaian materi ditunda. Digeser ke pagi esoknya. Kami diinapkan di mess pendopo Bupati.

LK-2 HMI Cabang Tebo, Jambi

Kader-kader HMI Provinsi Jambi termasuk terdepan dan pemberani. Pada saat banyak daerah dan cabang lainnya masih menunggu musim penyakit reda, mereka justru menyatakan akan mengusir Corona dengan perkaderan. Namun, saat ini pelaksanaannya masih bersifat regional. Hanya diikuti oleh cabang-cabang se-Jambi. Sehingga pematerinya pun tidak diundang dari luar. Hanya ada dua pemateri nasional: bang Manimbang Kahariady (Sekretaris Umum KAHMI Nasional, yang diundang untuk mengisi pembukaan acara) dan satu lagi kami (memperdalam materi Nilai-Nilai Dasar Perjuangan).

Ada 30an peserta yang begitu antusias mengikuti sesi materi terakhir pada latihan kader tersebut. Malamnya, saat penutupan acara, kami juga kembali diminta mengisi kuliah maulid “Econo-Spiritual Leadership”. Malam itu, hujan begitu lebat. Penutupan training dihadiri oleh seratusan orang yang terdiri dari peserta, kader dan alumni.

Kuliah Umum Maulid “Econo-Spiritual Leadership”

Bagi HMI Cabang Tebo, ini merupakan Intermediate Training perdana setelah 17 tahun cabang ini eksis, mulai dari statusnya sebagai cabang persiapan sampai menjadi cabang penuh. Training tingkat menengah yang pertama ini menjadi catatan sejarah tersendiri bagi Tebo, sekaligus prestasi bagi Najian dan para pengurusnya. Congrats!

Sebenarnya sudah beberapa kali kami hadir ke Jambi. Pada kesempatan perdana, pernah diundang oleh adinda Hadi Suprapto pada 2014 untuk mengisi LK-II di Cabang Bangko, yang berjarak 6 jam perjalanan dari Kota Jambi. Tahun 2016 kembali hadir ke Kota Jambi, untuk mengisi bedah buku Bintang ‘Arasy yang diadakan oleh adinda Firman Syaputra dkk. Kemudian juga mengisi materi LK-II lainnya yang dilaksanakan oleh adinda Bayu Anugerah cs tahun 2018. Terasa ada energi positif yang begitu kuat dari para kader dan alumni HMI Jambi, sehingga setiap kembali ke daerah ini selalu membawa kesan baru.

Santai dengan para Kader

Di Tebo, kami juga sempat ngopi pagi dengan bang Edi Hartono (Ketum KNPI dan juga Bendum KAHMI setempat). Bersama sekretaris umumnya bang Fahmi, kami juga diundang menikmati menu siang dendeng batokok yang lezat sekali. Malamnya, ditengah rintik hujan, kami juga ikut ngumpul mencicipi sup hangat dengan bang Jhoni dan kawan-kawannya yang konsern dalam bidang konservasi sumberdaya alam di wilayah Tebo. Para alumni ini sangat peduli dengan perkembangan cabang dan perkaderan. Mereka telah memberi back up secara maksimal untuk suksesnya acara kali ini.

Alumni, Tim Master dan Para Kader di Tebo

Wisata Sejarah dan Spiritual

Kabupaten Tebo punya nilai sejarah yang tinggi bagi Jambi. Disana ada makam Pahlawan Nasional Indonesia, Raja terakhir Jambi, Sultan Thaha Saifuddin. Bandar udara Jambi mengambil nama sosok ini. Tokoh yang memiliki darah Arab tersebut (ibunya bernama Syariah Mariyam) lahir pada 1816, dan syahid tahun 1904 (pada usia 88) dalam perang melawan Belanda.

Makam Sultan Thaha Saifuddin di Tebo

Pada masa mudanya, sang Sultan pernah menempuh studi agama ke Aceh. Di Aceh, karena keberanian dan kecerdasannya, ia memperoleh gelar “Syaifuddin”. Yang artinya “Pedang Agama”. Narasi ini tertulis pada prasasti di makamnya, yang terletak di Tebo Tengah berdekatan dengan sungai Batanghari. Uniknya, sampai hari ini, ditemukan banyak warga Jambi yang masih melanjutkan pendidikan ke Aceh, khususnya agama, baik di pesantren maupun universitas. Kelihatannya, citra spiritual dan hubungan emosional ini sudah terbangun sejak awal.

Sejak Magrib sampai Isya, kami juga sempat mampir ke Masjid Agung Kabupaten Tebo. Menarik. Namanya “Masjid Al-Ittihad”. Ittihad adalah sebuah terminologi irfan terkait “penyatuan” seorang hamba dengan Tuhan. Konsep ini diperkenalkan oleh Bayazid Thayfur bin Isa Al-Bastami, seorang sufi terkenal asal Iran (804-878 M). Proses menyatunya seorang hamba dengan Allah, kata Beliau, diawali dari pengalaman fana dan baqa. Lebur dan berkekalan bersama-Nya. Semoga masjid ini mampu membawa warga Kabupaten Tebo ‘larut’ dengan Allah SWT.

Masjid Agung Al-Ittihad, Tebo

Kembali ke Kota Jambi

Selasa dini hari, mobil kami meninggalkan Tebo menuju Kota Jambi. Subuh sampai di tujuan. Pada sore Selasa 3/11/2020, kami diundang bersilaturahmi ke kantor walikota. Wakil walikota Jambi periode 2018-2023, Dr. dr. H. Maulana, MKM; merupakan Ketua Umum KAHMI Provinsi Jambi. Alumnus kedokteran dan mantan ketua LKMI Brawijaya Malang ini juga seorang aktifis pendidikan. Turut mengembangkan Akademi Kebidanan dan juga sebuah Institute Agama Islam. Beliau sangat akrab dengan kader. Pada masanya, KAHMI di seluruh provinsi Jambi telah aktif semua. Usianya masih sangat muda, 43 tahun. Umur yang ideal dan sehat untuk terus mengemban amanah mengelola urusan-urusan negara dan umat.

Wakil Walikota Jambi, Ketua KAHMI Provinsi Jambi (Dr. dr. Maulana, MKM)

Penutup

Kami bersyukur karena masih memiliki kesempatan untuk berjumpa dengan para kader dan alumni-alumni hebat di berbagai provinsi dan kabupaten di Indonesia. Ada rasa bahagia masih bisa berbagai ilmu dan materi-materi keislaman dan ke-HMI-an, khususnya dalam kerangka filosofis gnostik “Bintang Arasy”. Buku ini dapat di download secara gratis di web kami saidmunirudin.com; dan telah diizinkan untuk diperbanyak secara gratis sebagai bahan bacaan tambahan bagi para kader dan juga alumni.

Terakhir, apresiasi dan ucapan terima kasih tak ternilai kami berikan kepada adinda Bayu Anugerah dan Hasral Anas dari HMI kota Jambi; yang begitu setia mengawal selama dua hari perjalanan ke Tebo, maupun selama di Kota Jambi. Pun kepada kedua driver kami Randi dan Abdurrahman, yang kemampuannya melampaui juara dunia F1 2020, Lewis Hamilton. Lewis Hamilton hanya bisa mengebut di jalan yang mulus. Sementara dua kader ini mampu menekan gas super kencang ditikungan berlubang. Kalian semua bakal menjadi tokoh hebat untuk Jambi dan Indonesia masa depan. Keep studying and doing good deeds!

Rabu 04/11/2020, pukul 8 pagi, Bintang ‘Arasy kembali take off ke Aceh, setelah 3 hari menyerap spirit dari orang-orang hebat di Jambi.

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad.*****