JIN PEKERJA

Jin Pekerja
Oleh Said Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Ada anekdot begini. Tembok Cina dibangun dalam waktu 2000 tahun. Piramida di Mesir, itu selesai dibangun dalam jangka 20 tahun. Sementara Candi Prambanan di Indonesia, selesai dibangun hanya dalam 1 malam!

Cerita ini sebenarnya menggambarkan efektifitas tenaga kerja di pulau Jawa. Kerajinan, kepatuhan, daya tahan dan kecepatan kerjanya digambarkan seperti “jin”. Begitu efektif dan efisiennya tenaga kerja Jawa. Bahkan Belanda pernah membawa mereka kemana-mana. Sampai ke Suriname, untuk bekerja pada proyek-proyek pembangunan disana.

Diawal masa Covid, kita juga dikejutkan oleh cara kerja Cina. Rumah sakit, kalau ditempat lain hanya bisa selesai dibangun melalui proyek multiyears, di Wuhan digarap dalam ‘semalam’ (10 hari). Ini cara kerja “jin”. Dan dunia ini memang dikuasai oleh jin. Yaitu mereka-mereka yang mampu bekerja secara cepat, efisien dan akurat. Wajar Cina menguasai dunia. Juga Jawa yang menguasai Indonesia.

Pembangunan infrastruktur, bisnis dan ekonomi butuh kekuatan ‘jin’. Karena itulah, selain Prambanan, ada juga Borobudur yang menjadi megastruktur kuno di pulau Jawa. Sesuatu yang susah kita temukan di pulau-pulau lain. Karena memang di luar Jawa tidak ada pekerja yang punya cukup energi untuk membangunnya. Makanya, pulau Jawa maju saya kira bukan semata karena sentralisasi ekonomi, tapi juga faktor “competitive advantage” tenaga kerjanya.

Piramid-piramid tinggi besar yang menjadi ikon “The 7 Wonders of the World” juga dibangun oleh para pekerja keras, oleh Yahudi/Bani Israil (saat mereka masih menjadi pekerja upahan di Mesir). Kini bangsa yang giat ini sudah menjadi pebisnis dimana-mana.

Kami juga punya bisnis yang sedang berkembang dan terlibat dalam pengerjaan bangunan, khususnya arsitektural rumah ibadah. Separuh pekerjanya adalah jin Jawa. Selebihnya jin lokal (Aceh). Seandainya bisa, mungkin kita akan lebih banyak merekrut tenaga kerja lokal, sebagaimana isu “keadilan ekonomi dan pemerataan kerja”. Tapi tidak bisa. Jin lokal cenderung santai. Sambil kerja sempat merokok dan minum kopi. Lama-lama pula. Berbeda jauh dengan jin Jawa, yang tidak pernah lelah, sangat disiplin, survive dalam tekanan, dan pantang menyerah. Banyak pekerjaan yang bisa mereka selesaikan dalam semalam.

Sementara, berat sekali mengurusi tenaga kerja dari kampung sendiri. Karena hampir semuanya mengaku keturunan raja. Tidak boleh lelah. Harus makan enak. Suka protes dan main akal. Mungkin pengalaman serupa di alami banyak pengusaha lokal di berbagai sektor lainnya, yang memang harus membawa banyak ‘jin’ dari pulau Jawa untuk menghidupkan mesin produksi.

Untuk maju atau mengakselerasi kemajuan, kita butuh jin. Kita sendiri harus menjadi jin itu. Menjadi pekerja, pebisnis, atau pemimpin yang mampu mengambil keputusan dan mengeksekusi pekerjaan secara cepat. Termasuk dalam konteks pemerintahan, APBD/APBK harus disusun dan disahkan secara cepat. Pengerjaannya harus legat. Karena; imperium-imperium besar dunia, termasuk kerajaan Sulaiman, dibangun oleh kumpulan jin yang cekatan. Yang menghasilkan output dalam semalam, dalam sekejap mata. Muhammad juga berhasil menguasai dunia Arab juga tidak terlepas dari efektifitas pasukan jin-nya. Hanya dalam waktu 20 tahun, ia telah menciptakan sistem dan bangunan peradaban yang berbeda.

Makna ‘semalam’ atau ‘sekejap mata’ tidak selalu berarti instan, terburu-buru atau mengabaikan kualitas.  Itu menunjukkan progres yang cepat. Karena seperti kata sebuah pepatah, “Rome wasn’t built in a day“. Kota Roma yang megah itu tidak dibangun dalam waktu sehari. Lama sekali memang. Tahun 2008, kami pernah berkunjung ke Itali dan sempat mengelilingi kota bekas pusat pemerintahan Romawi tersebut. Sebagaimana kota-kota kuno lainnya, keindahan keseluruhannya merupakan akumulasi dari unit-unit bangunan yang dikerjakan dengan sangat teliti dan penuh energi oleh para pekerja pada masing masa.

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad.*****

💥 powered by PEMUDA SUFI
___________________
SAID MUNIRUDDIN
The Zawiyah for Spiritual Leadership
YouTube: https://www.youtube.com/c/SaidMuniruddin
Web: saidmuniruddin.com
fb: http://www.facebook.com/saidmuniruddin/
Twitter & IG: @saidmuniruddin

One thought on “JIN PEKERJA

  1. Oleh sebab itulah mengapa kita harus menjaga hawa nafsu kita agar kaum jin juga dapat beribadah jangan hanya kerja saja lupa dengan yg maha pengasih dan maha penyayang.

    ustadz sayyid habib yahya

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s