LAKUKAN 2 HAL INI, ANDA AKAN BAHAGIA!

Lakukan 2 Hal ini, Anda akan Bahagia!
Oleh Said Muniruddin

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Lakukan 2 hal ini, anda akan selalu bahagia.

Pertama, perbanyak menangis. Ini terkait dengan hablumminallah, hubungan anda dengan Allah. Dari banyak basic emotions, menangis termasuk yang paling sulit, dan juga paling jarang dilakukan orang. Sekarang orang lebih mudah marah daripada menangis. Lebih mudah hadir setannya, daripada hadir Tuhannya. Apalagi dengan usia yang semakin dewasa, semakin sulit menangis. Hati sudah terlalu bebal. Terlalu banyak dosa. Sudah terlalu terpaut dengan ‘dunia’ (segala sisi pekerjaan yang kehilangan unsur ilahiyah).

Ada yang menganggap menangis itu bentuk cengeng, takut, frustasi atau rasa kecewa. Iya, kalau itu lahir dari  kekosongan jiwa. Putus asa namanya. Namun menangis juga bermakna keterisian jiwa. Menangis itu tanda kelembutan hati. Dan itu dialami ketika seseorang mampu merasakan kehadiran Allah (dan Rasulullah) dalam kehidupan kesehariannya. Tangisan yang diakibatkan oleh “celupan” ilahiah seperti ini, mahal sekali harganya. Sudah langka orang yang menangis saat beribadah. Pun kita harus punya wadah yang kuat, untuk bisa berhampiran ruhani dengan Rasulullah, untuk mampu menitikkan air mata.

Allah itu senantiasa hidup. Hanya sebagian orang yang mampu menangkap gelombangnya. Hanya ibadah dengan tingkat penghayatan (kekhusyukan) yang tinggi yang mampu melahirkan getaran dan air mata. “Dan mereka menyungkurkan wajah sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk” (QS. Al-Isra: 109). Ibadah yang terfokus mampu membuka mata batin, melembutkan unsur subsconscious dari jiwa, menghubungkan kita dengan Allah. Disinilah fungsi agama. Dzikir merupakan “ruh” dari semua ibadah. Dzikir merupakan metodologi untuk membawa jiwa kita mengalami “perjumpaan” dengan Allah dan Ruhul Quddus (ruhani para nabi), dalam segala ibadah dan muamalah kita.

Setiap hari anda harus (melatih diri) menangis, untuk mampu mengingat dan terkoneksi dengan Allah. Itu cara untuk menjadi sehat dan bahagia. Sebenarnya, secara fisikpun menangis itu sehat. Air mata berfungsi untuk membunuh atau mengurangi kadar bakteri, menghilangkan racun yang setiap hari menyerang mata. Sehingga sekresi air mata membantu memelihara dan menjernihkan penglihatan kita dari kekeringan dan iritasi.

Maka, mata yang sehat wajib untuk selalu basah. Sakit mata sekalipun, memaksa tubuh untuk membuat mata menjadi berair. Maka jangan tunggu sakit untuk membuat mata menjadi berair. Menangislah setiap hari, setiap waktu engkau menghadap Tuhan. Air mata termasuk tanda seseorang memperoleh pengetahuan ketuhanan, mampu mendengar dan menangkap sinyal-sinyal ketuhanan: “Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pengasih kepada mereka, maka mereka tunduk sujud dan menangis” (QS. Maryam: 58). Sebagaimana firman Allah SWT, jiwa seorang mukmin selalu terbasuh dengan “air mata makrifat kepada Al-Haqq:

وَاِذَا سَمِعُوْا مَآ اُنْزِلَ اِلَى الرَّسُوْلِ تَرٰٓى اَعْيُنَهُمْ تَفِيْضُ مِنَ الدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوْا مِنَ الْحَقِّۚ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَآ اٰمَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشّٰهِدِيْنَ
“Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul, kamu lihat mereka mencucurkan air mata disebabkan makrifat mereka terhadap kebenaran (Haqq), seraya berkata, “Ya Tuhan, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi” (QS. Al-maidah: 83).

Kedua, perbanyak tertawa. Ini berkaitan dengan hablummninannas. Hidup jangan tegang sekali. Dunia ini permainan dan senda gurau (QS. Al-An’am: 32; Al-Hadid: 20). Kalau dengan Tuhan perbanyak menangis, sebagai pertanda takut, rindu sekaligus penuh harap akan akhirat; maka sebaliknya dengan manusia: perbanyak tertawa. Jangan dibalik-balik. Di depan Tuhan tertawa-tawa, ketemu orang nangis-nangis.

Untuk itu, belajarlah mempertinggi sense of humor. Sehingga, dalam setiap pertemuan, ceramah dan obrolan; anda tau cara menurunkan tensi orang. Mampu mengisi pengetahuan ke relung-relung jiwa manusia melalui canda dan tawa. Jangan menawarkan agama dengan cara menakut-nakuti orang. Sampaikan berita gembira. Orang jadi senang bahkan tertawa. Sehingga dalam Islam dikenal ada sufi, yang mampu membingkai kisah dan pelajaran hikmah dengan anekdot-anekdot. Tapi nangis-nangis saat berdzikir.

Kesimpulan. Menangislah untuk mampu merasakan kehadiran Allah. Lalu perbanyak senyum dan tawa saat menebarkan rahmat-Nya kepada manusia. Itu kunci sehat dan bahagia. Lihat bayi, selain sering menangis, mereka bisa tertawa 200-300 kali dalam sehari. Hidupnya happy, optimis dan makin percaya diri. Bandingkan dengan orang dewasa yang mentalnya tertekan, tertawanya kurang dari 15 kali dalam sehari. Sementara, untuk sehat, kita direkomendasikan untuk tertawa paling kurang 30 kali dalam sehari.

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad.*****

💥 powered by PEMUDA SUFI
___________________
SAID MUNIRUDDIN
The Zawiyah for Spiritual Leadership
YouTube: https://www.youtube.com/c/SaidMuniruddin
Web: saidmuniruddin.com
fb: http://www.facebook.com/saidmuniruddin/
Twitter & IG: @saidmuniruddin

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s