TERNYATA, KITA INI IBLIS!


“Jurnal Tasawuf Akhir Zaman”, Artikel No. 38, Juni 2021


TERNYATA, KITA INI IBLIS!
Oleh Said Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Setelah bersyahadat dan larut dalam puluhan tahun ibadat, kini aku mulai sadar. Ternyata kita iblis. Atau gua aja kali. Bukan elo. Atau jangan-jangan, elo lebih iblis dari gua. Begini ceritanya.

Sholat, zikir, puasa, sholawat, zakat, haji, mengaji; tak henti kita perbuat. Di shaf terdepan. Khusyuk pula. Ayat hadis, semua kita hafal. Jenggot panjang. Baju gamis tak lepas dari badan. Ringtone hp suara azan. Stiker di mobil penuh Kalimah Tuhan. Takbir terus kita teriakkan. Lisan terus mengucapkan “masyaallah”, “subhanallah”. Percayalah; tak ada makhluk yang lebih bertuhan dan mungkin juga merasa paling suci, selain kita.

Tapi, korupsi jalan terus. Makan hak orang, jalan terus. Memfitnah orang, jalan terus. Mengkafirkan orang, jalan terus. Mengejek orang jalan terus. Menuduh orang sesat dan bid’ah, jalan terus. Menyebarkan hoaks, jalan terus. Nonton video porno, jalan terus. Judi online, jalan terus.

Kita ini angkuh, saat diberi posisi. Kita ini pelupa, saat berjanji. Kita ini manis di bibir saat berkata, tapi lain dihati. Kita ini pelit, saat punya rejeki. Kita ini iri, saat orang dipromosi. Kita ini abai, saat ada yang tersakiti. Kita semua orang-orang beriman, yang punya masalah.

Ternyata, kita ini iblis.

Salah satu capaian terbesar setiap manusia adalah menemukan, bahwa dirinya adalah iblis. Tahukah kalian siapa itu iblis?

Iblis adalah hamba Tuhan yang bertauhid. Yang alim. Yang rajin beribadah. Tapi berperilaku ingkar. Ribuan tahun tersungkur dalam sujud. Tapi hatinya membusuk. Angkuh. Jahat. Ignorance.

Siapa lagi kita, kalau bukan iblis. Malaikat yang bablas. Makhluk suci yang angkuh. Makhluk terpuji yang durhaka. Muslim yang kufur. Golongan kanan yang ke kiri. Ahsanu takwim yang asfala safilin.

Kita semua malaikat, sekaligus iblis. Fujuraha, wa taqwaha. Maka beruntunglah orang-orang yang terus menerus memerangi, minta ampun dan mensucikan dirinya, sehingga keiblisan dirinya mengalami impotensi. Sehingga senantiasa hidup dimensi malakutnya. Sampai fana dan baqa dalam Ridha-Nya. Patuh secara total, tanpa negosiasi.

Dunia sufi adalah dunia esoteris. Dunia yang segala sesuatu ada dalam diri. Ada Tuhan sekaligus iblis. Makrifat itu perang melawan iblis. Perang terhadap diri sendiri. Perang memenangkan kehendak Tuhan. Mengalahkan maunya setan dan iblis.

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad.*****

💥 powered by PEMUDA SUFI
___________________
SAID MUNIRUDDIN
The Zawiyah for Spiritual Leadership
YouTube: https://www.youtube.com/c/SaidMuniruddin
Web: saidmuniruddin.com
fb: http://www.facebook.com/saidmuniruddin/
Twitter & IG: @saidmuniruddin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s