DOA YANG TAK LAGI MAKBUL


“Jurnal Tasawuf Akhir Zaman” | PEMUDA SUFI | Artikel No.57 | Agustus 2021


DOA YANG TAK LAGI MAKBUL
Oleh Said Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Dulu ada seorang kafir Quraisy. Kerjanya menjaga Kakbah. Khadam Baitullah. Begitu bagusnya si kafir musyrik ini mengabdi di rumah Tuhannya. Sampai Kakbah menjadi pusat peribadatan yang semakin terkenal. Lalu menimbulkan iri raja negeri sebelah. Abrahah.

Abrahah datang untuk menghancurkan rumah ibadat si kafir ini. Si kafir ini tak berdaya melawan kedigjayaan tentara bergajah. Akhirnya si kafir ini menyerahkan rumah ibadat itu kepada Tuhannya.

“Ya Tuhanku, tak mampu aku menjaga rumah-Mu ini. Persenjataan musuhku melampaui dari apa yang kumiliki. Kuserahkan semua ini kepadamu. Hanya Engkau sendiri yang mampu menjaganya”, ia berdoa. Dalam bahasa kita, la haula wa la quwwata illa billah.

Pandai ia berdoa. Sampai Tuhan orang kafir ini mendengar doanya. Mukjizat pun terjadi. Tuhan si kafir musyrik ini mengirimkan “Burung Ababil” untuk menghancurkan tentara Abrahah. Hancur berkeping-keping. Jangan main-main dengan si kafir musyrik ini. Dan jangan pula berani bermain-main dengan Tuhannya. Bisa binasa kita.

Kebetulan,Tuhan dari orang kafir ini, juga menjadi Tuhannya Muhammad. Sebagaimana Tuhan itu sering mengabulkan doa orang kafir ini, Dia juga selalu mengabulkan doa Muhammad. Rupanya si kafir ini adalah Abdul Mutalib, kakeknya Nabi kita.

Tak bisa di elak. Tuhan dari orang kafir ini juga menjadi Tuhan kita. Hanya saja, Tuhan yang sama itu malas mengabulkan doa-doa kita. Sehingga musuh-musuh kita makin merajalela. Makin menguasai negeri-negeri muslim. Lihat Saudi, Turki dan negara-negara Arab lain. Itu sudah menjadi base-nya tentara Abrahah (NATO, dll). Mau melawan, tidak kuat senjata. Mau berdoa, tak dikabulkan. Entah berapa juta kali qunut nazilah sudah dibacakan. Makin garang saja zionis itu. Hanya negara-negara di bawah pengaruh kafir Syiah Iran (i.e., Suriah, Lebanon, Yaman) yang masih terus memberi perlawanan dan tidak berhasil dikuasai. Yang mengaku ikut Quran Hadis sudah satu persatu ikut program normalisasi.

Doa-doa kita terus tertolak. Walau bacaannya sangat fasih. Mungkin karena level taqwa kita masih kalah jauh dengan ketaqwaan si kafir Abdul Mutalib. Meskipun jenggot kita lebih lebat dari si kafir tersebut, ataupun hafalan ayat dan tafsir hadis kita lebih bagus dari si kafir ini; Allah tetap lebih menyukai dia daripada kita.

Meskipun hidup sudah begini konyol tak diperhatikan Tuhan, untuk membangun sebagai satu-satunya pemilik Islam paling tulen; anda harus tetap mengkafir-kafirkan, membidahkan, dan memusyrikkan orang lain. Dalil bisa dicari.

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad.*****

💥 powered by SUFIMUDA
___________________
SAID MUNIRUDDIN
The Zawiyah for Spiritual Leadership
YouTube: https://www.youtube.com/c/SaidMuniruddin
Web: saidmuniruddin.com
fb: http://www.facebook.com/saidmuniruddin/
Twitter & IG: @saidmuniruddin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s