SUFI DAN WAHABI

the image of a whirling Dervish in the darkness

SUFI DAN WAHABI

Mereka bertanya,
Apa beda sufi dengan wahabi?

Aku menjawab,

Jika masih berteriak di atas mimbar, engkau Wahabi. Jika mulai berpuisi dilorong-lorong sunyi, engkau Sufi.

Jika masih membid’ahkan orang, engkau Wahabi. Jika sudah menghargai perbedaan, engkau Sufi.

Jika masih fokus pada dosa orang lain, engkau Wahabi. Jika mulai sibuk mengurusi nodamu sendiri, engkau Sufi.

Jika sering marah-marah, engkau Wahabi. Jika sudah mulai menangis dan tertawa, engkau Sufi.

Jika dahimu hitam, engkau Wahabi. Jika kakimu bengkak, engkau Sufi.

Jika masih mencari syurga dan bidadari, engkau Wahabi. Jika mulai mencari Tuhan, engkau Sufi.

Jika masih meniru fisik Nabi, engkau Wahabi. Jika sudah menauladani Ruhaninya, engkau Sufi.

Jika terpaku pada kekakuan teks, engkau Wahabi. Jika sudah menghargai kekayaan budaya, engkau Sufi.

Jika membenci filsafat, engkau Wahabi. Jika sudah berfikir mistis-filosofis, engkau Sufi.

Jika masih melihat Tuhan ada nun jauh entah dimana, engkau Wahabi. Jika sudah merasakan kehadiran-Nya dalam dirimu, engkau Sufi.

Jika mensyirikkan ziarah ke makam wali, engkau Wahabi. Jika sudah menjalin silaturahmi dengan jiwa-jiwa suci, engkau Sufi.

Jika hobi menghancurkan bangunan istirahat orang-orang terpuji, engkau Wahabi. Jika mulai suka merawat situs arkeologis peninggalan para guru titipan ilahi, engkau Sufi.

Jika masih melihat Islam ke arah masa lalu nabi di lingkungan Badui, engkau Wahabi. Jika sudah berani berinovasi untuk masa depan tak terbatas, engkau Sufi.

Jika benci musik, engkau Wahabi. Jika sudah mulai berputar dalam gerak irama dan tari, engkau Sufi.

Jika melihat kematian sebagai derita yang haram dikenduri, engkau Wahabi. Jika sudah melihat perpisahan sebagai pertemuan dengan Tuhan yang patut dirayakan, engkau Sufi.

Jika masih meyakinkan orang-orang bahwa Sunni-Syiah bermusuhan, engkau Wahabi. Jika sudah menebar kedamaian dalam keragaman teologi, engkau Sufi.

Satu lagi,

Jika engkau bertasbih sambil ngopi, engkau Sufi. Tapi, begitu kau hisap rokok lalu kau buang puntungnya secara jorok disana-sini, meskipun dibenci Wahabi, tetap ku akui kau sebagai Sufi. Kalau tidak, mau kemana lagi?
___________________
Said Muniruddin
23 Oktober 2021

2 thoughts on “SUFI DAN WAHABI

  1. jika masih percaya bahwa malaikat di langit engkau wahabi,jika percaya bahwa malaikat berjalan di muka bumi engkau sufi.

    ustadz sayyid habib yahya

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s