Site icon SAID MUNIRUDDIN

WAJAH AL-QURAN

Advertisements


“Jurnal Tasawuf Akhir Zaman” | PEMUDA SUFI | Artikel No.93 | Desember 2021


WAJAH AL-QURAN
Oleh Said Muniruddin I Rector I The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Ketika selembar kertas putih ditulis ayat-ayat; itu dipercaya jadi (mushaf) Alquran. Bagaimana jika selembar kertas putih, dicetak muka orang yang dalam qalbunya telah Allah turunkan, apakah foto tersebut akan menjadi (wajah) Alquran?

Yang mana Alquran? Apakah tulang belulang, kulit kayu, kertas, dan batu yang bertuliskan ayat-ayat; atau para nabi (orang) yang dalam diri mereka diturunkan Alquran? Mana lebih powerful, kertas bertuliskan ayat, atau wajah orang yang dalam qalbunya terpatri ayat?

Siapa sih yang memunculkan mukjizat: buku yang bertulis ayat, atau orang yang dalam dirinya ada ayat-ayat? Dari mana mukjizat muncul; dari buku atau dari orang? Yang mana sih Alquran yang penuh mukjizat itu, buku atau orang?

Terus, kalau mencium kulit kambing yang menjadi lapik ayat disebut sebagai memuliakan Alquran; bagaimana dengan mencium tangan dan kaki orang yang dalam dirinya ada Alquran? Atau bagaimana pula kalau mencium dinding makam yang di dalamnya ada jasad dan wajah orang-orang yang dalam diri mereka Allah titipkan cahaya Alquran; apakah sama musyriknya dengan mencium kulit kambing yang di dalamnya ada teks Alquran?

***

Alquran banyak menyebut “wajah” sebagai sesuatu yang sangat sakral. “Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali wajah Allah” (QS. Al-Qashash : 88). Di ayat lain disebutkan, “Semua yang ada di bumi ini akan binasa. Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemulyaan.” (QS. Ar-Rahman: 26-27). Dalam bacaan iftitah, kita juga diajarkan cara menghadapkan wajah ke wajah, “Kuhadapkan wajahku kepada Wajah yang mencipta langit dan bumi dalam keadaan lurus dan pasrah. Dan aku bukanlah dari golongan orang-orang yang menyekutukan Allah”. Menemukan “Wajah” yang suci adalah kunci ibadah, kunci terlepas dari kemusyrikan. Kunci untuk ditakuti dan terlepas dari pengaruh setan.

Ali Ibn Abi Thalib berkata, sebagaimana dikutip Syaikh Nawawi Banten dari kitab Riyadh al-Shalihin, “Memandang wajah seorang ulama adalah ibadah.” Jalaluddin al-Suyuthi, dalam Lubab al-Hadits mengutip Nabi SAW: “Barangsiapa yang menatap wajah seorang ulama kendati sekali pandangan saja, lalu hal itu membuatnya gembira, maka Allah menciptakan dari pandangan itu satu malaikat yang memohonkan ampun untuk dirinya hingga hari kiamat.” Ad-Dailami dalam Musnad Firdaus mengutip hadist yang dirawi Abu Hurairah, “Ada 5 hal termasuk ibadah, sedikit makan, duduk di masjid, melihat ka’bah, melihat mushaf al-Quran, dan melihat wajah ulama” (semakin ke ujung semakin menunjukkan tingkat kemuliaan dari substansi materi yang dilihat). Hadist lain malah mengatakan, “Melihat wajah ulama lebih dicintai oleh Allah dari pada ibadah selama 60 tahun, berupa puasa dan shalat tahajud”.

Hanya saja, “wajah” mana yang sakral untuk dilihat; itu perlu diskusi lebih panjang. Sebab, ada wajah yang ditakuti setan; ada wajah yang disenangi setan. Ada wajah yang dapat ditiru setan, ada yang tidak. Artinya, ada wajah yang berisi Alquran (berisi “Wajah Nurullah”, “cahaya Allah”); ada yang tidak. Hanya wajah yang ada Allahnya yang ditakuti setan. Anda bisa uji, saat ada orang kerasukan misalnya, apakah wajah anda termasuk yang ditakuti setan; atau justru yang ditatap, dipelototin, ditertawakan dan dimakai-maki oleh makhluk terkutuk itu.

Wajah kita memang tidak punya nilai bargaining sedikitpun di hadapan setan, walau sudah habis ayat anda bacakan. Kecuali anda hadirkan wajah yang disegani oleh mereka. Ada sejumlah ulama yang majahnya memang sangat ditakuti setan. Sebab, mereka ini mewarisi wajah ruhaniah para nabi, wajah Allah. Menemukan wajah mereka, itu sama dengan menemukan “wajah Alquran”. Sehingga Nabi SAW mengatakan, menatapnya bernilai ibadah!

Ilmu ruhani adalah ilmu tawajuh. Ilmu “perwajahan”. Ilmu menggabungkan wajah dengan Wajah. Ilmu pertalian ruhani rendah kita dengan ruhani yang memiliki unsur-unsur ilahi. Ilmu kehadiran. Ilmu cara mengkoneksikan diri kita dengan inti, wajah dari Alquran: Wajah Allah. Inilah ilmu yang mampu mengusir setan, secara lahir dan batin. Sebuah ilmu yang sangat tinggi, yang tidur anda pun disegani setan. Apalagi kalau anda terjaga!

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad.****

💥 powered by SUFIMUDA
___________________
SAID MUNIRUDDIN
The Zawiyah for Spiritual Leadership
YouTube: https://www.youtube.com/c/SaidMuniruddin
Web: saidmuniruddin.com
fb: http://www.facebook.com/saidmuniruddin/
Twitter & IG@saidmuniruddin

Exit mobile version