“Jurnal Pemuda Sufi” | Artikel No. 25 | April 2022


SULUK (IKTIKAF TERFOKUS)
Oleh Said Muniruddin

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Suluk adalah tradisi paling tua dalam Islam. Di Aceh dan banyak tempat di Nusantara, populer sekali akan hal ini, dan menjadi tradisi orang tua kita terdahulu. Karena para nabi dan orang shaleh pun telah terlebih dahulu mempraktikkan proses inkubasi spiritual ini, baik di gua yang sempit (seperti Hirak) ataupun ruang-ruang privat lainnya (i.e. kamar, kelambu, dsb).

Tapi belakangan muncul kaum “natural”, yang memandang ini bid’ah. Memang. Bagi sufi, ini juga bid’ah. Tapi bid’ah yang paling direkomendasikan untuk dilakukan. Yaitu bid’ah yang menyebabkan seorang Muhammad, gara-gara berkhalwat di Gua Hirak, diangkat menjadi nabi. Entah apa yang dinikmati Muhammad SAW saat di gua Hirak, atau pada waktu lain ketika mengunci diri dalam kelambu suluk dan mengasingkan jiwanya dari keramaian.

Yang jelas patut dicoba, khususnya bagi yang ingin berubah dan tertantang untuk mendalami dunia zikir terfokus. Seperti kata Bang Zulfikar Lidan di video ini: “Suluk ini hanya untuk mereka yang suka tantangan dan perubahan. Bagi yang tidak suka, sebaiknya tinggal di rumah saja”.

Video ini berisi wajah-wajah bahagia setelah menempuh mujahadah besar. Namun, mukadimah di awal video telah membuat teman-teman “natural” sedikit goyang. Karena begitu mudahnya bagi seorang sufi untuk mengucapkan kata Sidratul Muntaha dan Langit ke-7. Memang, sufi ini kadang-kadang sedikit galak. Suka membuat dada orang awam sesak.

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad.*****

💥 powered by SUFIMUDA
___________________
SAID MUNIRUDDIN
The Zawiyah for Spiritual Leadership
YouTube: https://www.youtube.com/c/SaidMuniruddin
Web:
 saidmuniruddin.com
fb: http://www.facebook.com/saidmuniruddin/
Twitter & IG@saidmuniruddin