GOOD SEED VS. BAD SEED


“Jurnal Pemuda Sufi” | Artikel No. 28 | Mei 2022


GOOD SEED VS. BAD SEED
Oleh Said Muniruddin

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Nazi adalah gerakan yang awalnya dipimpin oleh “bad seed” Jewish (Yahudi “benih jahat”). Yaitu Hitler. Hitler, berdasarkan salah satu studi asal usulnya, ternyata berakar kuat pada jenis genetik Yahudi. Dari penelusuran DNA terhadap 39 familinya yang masih hidup, secara mengejutkan ditemukan kromosom Haplogroup E1b1b, yang umumnya ada dalam DNA Yahudi (Daily Telegraph, 2010).

Hitler sendiri juga mencurigai jika dirinya punya darah Yahudi. Sehingga ia pernah meminta lawyernya untuk menyelidiki hal itu. Sebagaimana terpublikasi dalam memoar in the Face of the Gallows (1956), sang pengacara Hans Frank menemukan bukti bahwa kakek Hitler benar seorang Yahudi. Rumor lain menyebutkan, nenek Hitler yang bernama Maria Schicklgruber dihamili oleh keluarga Frankenreiter, seorang Yahudi yang tinggal di Gaz, Austria,  sehingga lahir ayahnya yang bernama Alois Hitler. https://fb.watch/cOTt7SdoAZ/

Di kemudian hari, Nazisme Yahudi “benih jahat” warisan Hitler ini memiliki bentuk baru dalam wujud State of Israel. Gerakannya sama; merampok tanah, mengusir dan menghabisi saudara arabnya yang lain. Bahkan Neo Nazi (Israel) ini dibangun untuk tujuan-tujuan politik, kapitalisme dan kekuasaan yang lebih jahat lagi. Paling pokok dari tujuan itu adalah sebagai proxy untuk menikam Islam, langsung dari jantungnya di dunia Arab.

Dalam perang dengan Ukraina, Russia meng-klaim, Zelensky sang Yahudi, beserta batalion Azog, Aidar dan unit tempur lain dengan simbol-simbol swastikanya adalah gerakan-gerakan yang sedang melakukan nazifikasi di halaman Rusia. Zelensky memang pendukung setia Israel. Pun Israel menyokong penuh Zelensky menghadapi Rusia. Namun Israel menjaga diri untuk tidak terlibat pertikaian terbuka dengan Rusia. Tapi pada awal Mei 2022, setelah Rusia lewat Menteri Luar Negerinya, Sergei Lavrov, menyebut secara terbuka dalam sebuah interview di Televisi bahwa Rusia sedang berjuang memberantas Nazi di wilayahnya (de-nazifikasi). Ketika ditanya, mengapa disebut “Nazi”, sementara Zelensky sendiri seorang Yahudi. Lavrov menjawab, Hitler sang pendiri Nazi pun “had jewish blood”. Mendengar ini, Israel meradang. Seandainya peristiwa Holocaust dapat menjadi objek studi terbuka, akan banyak hal baru yang mungkin akan terungkap. https://fb.watch/cOU1UUDjE4/

Maka tak tanggung-tanggung, jika ini benar, Rusia hari ini sebenarnya sedang berperang dengan sebuah kekuatan besar, yaitu kelompok Yahudi “benih jahat”. Kelompok Yahudi yang menguasai kartel bisnis dan politik dunia. Yang menguasai NATO, PBB dan lembaga dunia lainnya. Alhasil, Rusia diboikot dan dikeroyok. Tapi Putin bukanlah raja-raja Arab yang Islam itu, yang jika sekali “digrehem” oleh kepala geng preman di Washington, langsung berangkat untuk setor uang. Watak keras, tenang dan berani mantan agen KGB ini tak ada duanya. Tak usah diperpanjang, kita serahkan urusan perang ini ke Rusia dan Ukraina, apakah terus lanjut atau jeda.

Kenapa Hitler yang Yahudi membunuh Yahudi lain?

Itu biasa. Itu bagian dari “pertikaian keluarga”. Sering terjadi. Apalagi dalam satu keluarga selalu ada yang licik, dan lainnya lugu-lugu. Setiap trah dalam keluarga selalu punya “bad seed” dan “good seed”. Yang satu selalu berusaha menghabisi yang lain. Apalagi kalau sudah terkait sebuah warisan. “Holocaust itu sandiwara untuk menyingkirkan sesama anggota keluarga”, begitu kata Rusia. Jadi, kelompok anti-semit (pembenci Yahudi) paling besar itu, ya Yahudi itu sendiri.

Dalam Islam juga begitu, yang paling membenci Muhammad SAW, ya “keluarga” Muhammad SAW itu sendiri. Bukan hanya Abu Lahab (pamannya sendiri), tapi ada lainnya yang secara turun temurun menjadi penjagal dakwah trah Muhammad SAW. Yaitu, Bani Umayyah.

Sebutlah Yazid, yang melakukan Holocaust terhadap Husain dan Keluarganya, itu juga bangsa Quraisy, dari kakek yang sama: Abdu Manaf. Nasabnya Husain sampai ke Abdu Manaf begini: Husain, bin Ali, bin Abu Thalib, bin Abdul Muthalib, bin Hasyim, bin Abdu Manaf. Makanya, Ali maupun Muhammad disebut Bani Hasyim (Hasyim adalah anaknya Abdu Manaf).

Sementara, nasab Yazid sampai ke Abdu Manaf -dalam kepercayaan umum diketahui: Yazid, bin Muawiyah, bin Abu Sufyan, bin Harb, bin Umayyah, bin Abdu Syams, bin Abdu Manaf. Yazid dan ayahnya, Muawiyah, disebut sebagai keturunan Umayyah (Bani Umayyah).

Jadi, pertikaian Muhammad SAW dengan Abu Sofyan di zamannya, atau Ali dan Muawiyah di era kemudian, serta Husain dengan Yazid setelahnya; itu “perang keluarga”. Perang antara “good seed” dengan “bad seed”. Sejak awal, buyutnya Yazid (Umayyah), itu sudah memusuhi buyutnya Husain (Hasyim). Padahal mereka satu ayah. Umayyah bin Abdu Syams itu paling keras bersaing dengan pamannya, Hasyim bin Abdul Manaf, dalam memperebutkan kehormatan dan kepemimpinan masyarakat Quraisy. Dan mereka juga kecewa betul ketika Muhammad menjadi Nabi, bahkan menjadi penerus kepemimpinan dunia dan akhirat bagi segenap masyarakat. Bani Hasyim dan turunannya memang punya bakat spiritual yang tinggi, sehingga lebih dipercaya menjadi imam atau juru kuncen Rumah Tuhan. Bani Hasyim ini memang punya kekhasan tersendiri dalam Islam. Seperti tidak boleh menjadi penerima zakat dan sebagainya.

Maka tidak heran. Penentang utama dakwah Bani Hasyim (Muhammad cs) itu tetap Bani Umayyah (Abu Sufyan cs). Abu Sufyan bin Harb bin Umayyah itu masuk Islam agak telat, setelah sangat terjepit dan Makkah sudah ditaklukkan Muhammad. Namun Nabi kita punya karakter luhur luar biasa. Dalam hal ini, ia memaafkan Abu Sufyan dan benar-benar masih dianggap saudara (licik)-nya. Muawiyah juga punya karakter seperti ayahnya. Ia juga “menyelinap” dalam Islam. Lalu lewat label-label Islam itulah ia mendakwahkan agama sekaligus memerangi turunan Muhammad SAW. Ia yang memprovokasi sehingga lahir banyak kerusuhan. Dikemudian hari ia menyusun strategi dan kekuatan untuk merebut kekhalifahan dari Ali. Kelihaian ‘zionisme’ yang dibangunnya berjalan efektif. Ia sukses meracun Hasan. Anaknya berhasil menjagal Husain. Kemudian secara terus menerus mereka menghabisi para penjaga nilai-nilai Islam yang dianggap berseberangan.

Selanjutnya ia mampu membangun sebuah ideologi yang masih berkembang sampai hari ini. Ia meng-create hadis-hadis palsu. Menciptakan juru dakwah untuk menyebarkannya. Bagi sekelompok orang yang umumnya tidak begitu simpati dengan keluarga nabi, Muawiyah dianggap tokoh “suci”, dengan gelar Radhiallahu Anhu. Zionisme, meskipun tidak disukai kelompok idealis, faktanya memang selalu berhasil membangun imperium. Zionisme juga begitu, berhasil membangun sistem. Bani Umayyah cukup berhasil menguasai dunia Islam. Namun jangan ditanya apa kerusakan yang mereka lakukan saat berkuasa. Ngeri!

Dalam beberapa dekade dinasti “bad seed” ini berkuasa, zuriat Rasulullah/para sayyid/imam (padahal masih satu suku dengan mereka) ditindas sedemikian rupa sehingga mengalami diaspora kemana-mana (ke Irak, Yaman dan sebagainya). Karena itu, secara simbolik Al-Quran menyebut dinasti seperti ini sebagai “pohon terkutuk” (syajarah mal’unah, QS. Al-Isra: 60). Dalam ilmu nasab sering dilabelkan mal’un (bad seed) kepada nasab-nasab palsu. Bahkan ada riwayat yang menyebutkan jika nasab Bani Umayyah itu palsu, tidak tersambung secara alami, melainkan mencangkok diri kepada Abdu Manaf. Wallahu ‘alam bish-shawab.

Pohon disini bermakna “pohon nasab”, keturunan yang memang “bad seed”. Watak jahatnya sudah mendarah daging dari generasi ke generasi. Dari buyut sampai cicitnya para penjahat semua, namun memakai jargon Islam. Halus permainannya. Keberadaan mereka menjadi ujian besar (fitnah) bagi kita semua. Yahudi zionis juga begitu, licin cara mainnya. Bahkan memakai nama “Israel” (Nabi Yaqub) untuk melegalkan gerakan Neo Nazisme-nya. Dalam Islam juga begitu, mengusung tema “pemurnian tauhid”, sunnah dan sebagainya (ala negara ISIS atau grup wahabisme ekstrim lainnya) untuk mentakfirkan, memusuhi dan menghabisi saudaranya yang lain. Itu semua bentuk-bentuk Neo Nazisme.

Tradisi bad seed menghabisi good seed sudah sangat tua. Konflik ini sudah eksis sejak zaman Qabil menghabisi Habil, sampai ke era moderen seperti konspirasi “bad seed” 9/11 yang tega membunuh hampir 3000 warga dan bangsanya sendiri untuk tujuan menguasai Afghanistan. Namun demikian, Allah SWT dalam banyak ayat selalu mengajarkan kita untuk berdoa, agar kita dan keturunan kita terhindar dari pewarisan jenis DNA Neo-Nazi dan perilaku jahat lainnya:

رَبَّنا هَبْ لَنا مِنْ أَزْواجِنا وَذُرِّيَّاتِنا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنا لِلْمُتَّقِينَ إِماماً

“Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa” (QS. Al-Furqan: 74).

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad.*****

___________________
SAID MUNIRUDDIN
The Zawiyah for Spiritual Leadership
YouTube: https://www.youtube.com/c/SaidMuniruddin
Web:
 saidmuniruddin.com
fb: http://www.facebook.com/saidmuniruddin/
Twitter & IG@saidmuniruddin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s