“Jurnal Suficademic” | Artikel No. 60 | Agustus 2022


THIS IS FREEDOM!
Oleh Said Muniruddin | RECTOR | The Suficademic

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM.

Muhammad. Saat orang-orang menyembah Latta, Uzza dan Manat; ia hadir untuk melawan arus ideologi massa. Dia tinggalkan kredibilitasnya sebagai pebisnis sukses dan pemuda terpercaya yang telah ia bangun sejak lama. Lalu mengajak seluruh kaumnya untuk menyembah Allah saja, Tuhan yang berbeda. Gila!

Ibrahim. Ketika orang-orang memelihara patung sebagai sesembahan, ia datang sendirian, menghancurkan itu semua. Padahal ia tokoh kaya dan ternama. Ia dikejar. Lalu ditangkap dan dibakar. Gila!

Nuh. Semua orang tau, kalau mau buat kapal, itu dipinggir laut tempatnya. Tapi ia memutuskan untuk berbeda. Tak pelak lagi, ia dicibir anak dan istri. Ditertawai satu kampung. Karena dipuncak gunung ia merakit itu semua. Gila!

Yunus. Semua takut dengan laut, badai dan gelombang. Ia justru menawarkan diri untuk terjun kesana; jka itu memang menyelamatkan semua. Ia lebih memilih mati, hilang dan tenggelam dalam kesunyian samudera; daripada hidup dalam keributan semesta. Dasar gila!

Daud. Sudah kecil, kurus pula. Benar-benar tidak tau diri. Beraninya melawan Jalut (Goliath) yang besar dan perkasa. Dengan ketapel dan batu pula. Apa ia tak punya rencana yang lebih matang dan strategis untuk memenangkan perang yang tak seimbang?

Musa. Benar-benar keras kepala. Beraninya menantang Pharaoh yang lengkap dengan bala tentara bersenjata. Lalu membawa pengikutnya ke tepi Laut Merah yang sama sekali tidak punya jembatan maupun perahu penyeberangan ke daratan lainnya. Dasar bodoh. Mau ngapain kesana? Mau berenang dan cari mati semua?

Isa. Ketika ahli kitab, ulama, rahib dan pendeta asik berkhutbah kesana kemari tentang Tuhan di langit yang begitu maha kuasa; dia hadir membuktikan. Bahwa tajalli-Nya di muka bumi mampu melakukan itu semua. Mulailah ia menyembuhkan satu persatu orang sakit; termasuk buta dan lepra, berjalan di atas air, menciptakan burung dari tanah liat, membaca isi hati dan pikiran orang, menghidupkan orang mati, dan 1001 keanehan lainnya. Ia pun dituduh sebagai dukun sakti. Dikejar untuk dibunuh mati.

Semua nabi seperti itu. Sama anehnya. They decided to hear the (supra) irrational voice of God, and made a difference!

***

Kata Rumi: “Run from what’s comfortable. Forget safety. Live where you fear to live. Destroy your reputation. Be notorious. I have tried prudent planning long enough. From now on i’ll be mad” (Larilah dari kenyamanan. Lupakan keselamatan. Hiduplah di tempat dimana anda takut untuk hidup. Hancurkan nama baikmu. Biarkan engkau dikenal sebagai orang aneh. Aku sudah capek dengan kehati-hatian dan perencanaan yang matang. Sejak sekarang, aku memilih untuk gila).

Seorang bijak berkata: “Berhentilah menjadi manusia. Jadilah malaikat, yang hidup tanpa akal, tanpa dosa. This is freedom!”

PENUTUP. Sudahkah anda memilih untuk diteriaki sesat dan dianggap gila?

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad.*****

💥 powered by SUFIMUDA
___________________
SAID MUNIRUDDIN
The Suficademic
YouTube: https://www.youtube.com/c/SaidMuniruddin
Web:
 saidmuniruddin.com
fb: http://www.facebook.com/saidmuniruddin/
Twitter & IG@saidmuniruddin