“Jurnal Suficademic” | Artikel No. 70 | September 2022

SYIAH KUALA: SYIAH, SYEH ATAU SYAH?
Oleh Said Muniruddin I RECTOR I The Suficademic

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Awalnya, ketika didirikan pada 2 September 1961, masih dengan ejaan lama: Universitas “Sjiah” Kuala. Lalu menjadi “Syiah” Kuala. Kata “Syiah” pada nama universitas ini masih mengandung misteri.

Bayangkan, ada lebih dari 1500 dosen di perguruan tinggi ini. Sampai Agustus 2022 sudah ada 112 profesor, dan terus bertambah setiap tahunnya. Tapi, tidak ada yang tau persis, dari mana asal usul kata “Syiah” ini. Apakah “Syiah” Kuala ini betulan diadopsi dari mazhab Syiah, seperti mayoritas di Iran sana?

Sebab, katanya, karena label “Syiah” inilah, sejak 1 Januari 2021 singkatan universitas diubah (di re-branding) dari Unsyiah menjadi USK. Syiah tidak hanya membuat panik israel dan Amerika. Tapi juga warga Darussalam.

Dari mana asal usulnya kata “Syiah” ini dan apa makna sesungguhnya? Wallahu ‘alam. Biarkan semua orang terus menebak. Biarkan ia tetap menjadi misteri. Atau mungkin anda punya data sejarah dan teori sendiri, silakan saja!

Dalam amatan saya, paling tidak ada 3 kata yang diduga menjadi asal-usul dari “Syiah”: Syiah, Syeh dan Syah.

Pertama, SYIAH (شيعة). Artinya “golongan/pengikut”. Sebagaimana disebut dalam QS. As-Shaffat:

۞ وَاِنَّ مِنْ شِيْعَتِهٖ لَاِبْرٰهِيْمَ ۘ

Sesungguhnya Ibrahim termasuk Syiah (golongan/pengikutnya) (Nuh) (QS. As-Shaffat: 83)

Agak sulit juga menyimpulkan kalau Teungku Syiah Kuala seorang Syiah. Sebab, ia hidup dan menjadi ulama bagi mayoritas masyarakat Aceh yang bermazhab Syafi’i. Meskipun warna “Syiah” atau Persia juga sangat kental ditemukan dalam aneka tradisi dan budaya Aceh.

Kedua, SYEH (شيخ). Juga di tulis Syekh, Syeikh, Syaikh. Artinya tuan guru, ahli agama, kepala suku, atau juga pemimpin. Dalam konteks ini, semua setuju jika Abdurrauf bin Ali, atau teungku Syiah Kuala, adalah seorang Syeh (ulama). Tapi kenapa sejak awal tidak langsung dinamai universitas ini dengan Universitas “Sjeh” (Syeh) Kuala? Namun demikian, dalam tradisi Aceh tempo dulu, kata “Syeh/Syekh/Syeikh/Syaikh” (Arab: شيخ) kelihatannya populer dalam sebutan “Syiah/Syiyah”.

Ketiga, SYAH (شاه). Adalah gelar untuk penguasa di beberapa negara di Asia Tengah dan Asia Barat Daya, khususnya di Persia. “Syah” berasal dari bahasa Persia yang artinya “raja”. Aceh juga banyak dipengaruhi oleh Persia, termasuk penggunaan kata “Syah” untuk raja. Tidak ada riwayat kalau Syeh Abdurrauf adalah seorang raja. Kalaupun benar, kenapa tidak bernama Universitas “Sjah” (Syah) Kuala?

PENUTUP. Terlepas dari apa makna sesungguhnya dari “Syiah” Kuala, saya mengucapkan:

“Selamat hari milad Universitas Syiah Kuala ke-61: 02 september 1961 – 02 September 2022“. Teruslah maju!

The Suficademic

Semoga akademisi dan alumninya menjadi para syeh (ulama/cendekia) diberbagai bidang ilmu. Juga menjadi para syah (umara/pemimpin/raja) di semua sektor pembangunan. Di atas semua itu, jadilah kita sebagai syiah (pengikut) para nabi dan auliya. Seperti Ibrahim as yang menjadi pengikut Nuh as. Jadilah para pengikut leluhur kita, pengikut nilai-nilai akademis yang moderat dari Tgk. Syiah Kuala. Juga menjadi pengikut para pendiri Universitas, yang telah menunjukkan ketauladanan dan spirit kebersamaan untuk memajukan Kopelma Darussalam. Tanpa kepengikutan kepada nilai-nilai yang dibawa oleh orang-orang sholeh, kita akan menjadi syeh dan syah yang kehilangan contoh tauladan. Kehilangan adab dan etika (corrupt).

BACA JUGA: Tgk. Syiah Kuala dan Nuruddin Ar-Raniry Berguru Kepada Dua Habib Ini.

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad.*****
___________________
SAID MUNIRUDDIN
The Suficademic
YouTube: 
https://www.youtube.com/c/SaidMuniruddin
Web:
 saidmuniruddin.com
fb: http://www.facebook.com/saidmuniruddin/
Twitter & IG@saidmuniruddin