Site icon SAID MUNIRUDDIN

QURAN ITU ORANG, BUKAN KERTAS

Advertisements

“Jurnal Suficademic” | Artikel No. 75 | September 2022

QURAN ITU ORANG, BUKAN KERTAS
Oleh Said Muniruddin | RECTOR | The Suficademic

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Agama itu tidak membebaskan. Bukan Alquran yang membuat perubahan, atau berhasil melawan tirani. Tapi nabi, orangnya. Yang suci dan hebat itu sebenarnya bukan agama atau Quran. Tapi orang. Karena itulah kita bersholawat kepada orang. Karena orang tersebut merupakan wujud nyata dari vibrasi Quran.

Secara lahiriah, aneh jika masih ada yang menganggap kertas bisa suci. Padahal kertas itu benda mati. Memang menjadi terhormat ketika dituliskan sesuatu yang tinggi. Tapi Allah sendiri tidak bertajalli pada lembaran buku. Tidak ada Allah di Kitab. Jangan dicari disitu. Allah itu hadir pada qalbu yang hidup. Pada rasulnya. Maka kalaupun ada yang paling berhak untuk dikultuskan, itu bukan buku. Tapi orang. Bukan kultus, tapi takzim.

Quran itu tidak pernah memperlihatkan mukjizat. Mukjizat itu dibawa oleh para nabi. Bahkan mukjizat itu muncul secara tiba-tiba, tanpa didahului dengan membaca ayat-ayat tertentu. Apakah anda pikir Muhammad membelah bulan setelah menamatkan 30 Juz Quran? Apakah anda kira Ibrahim tidak dimakan api setelah berhasil menghafal satu suhuf? Apakah anda pikir Isa menghidupkan orang mati setelah meluruskan tajwid dan fasahah dari Injil? Ayat apa yang dibaca Musa sehingga laut terbelah? Surah apa yang ditartilkan Yunus sehingga selamat dalam perut ikan?

Tidak ada. Semua muncul begitu saja. Karena, Allah ada dalam diri mereka. Merekalah Kitab. Merekalah Quran yang asli, yang berpower. Merekalah logos. Merekalah Kalam Tuhan. Wujud dari Pengetahuan. Mereka adalah “Tuhan” yang melempar. “Tuhan” yang berbicara. “Tuhan” yang bekerja.

Kitab Quran, setelah ditulis dan bukukan, itu menjadi bahan bacaan. Selebihnya, segala sesuatu yang hidup tentang Quran, adalah orang. Yang membawa mukjizat, itu orang. Yang menyembuhkan, itu orang. Yang membawa perubahan, itu orang. Orang itulah hakikat dari Quran. Kekuatan hidup dari Quran

Maka, kalau anda berislam, carilah orang.Orang yang isinya Tuhan. Langka memang. Kalau sekedar kitab, itu banyak dijual. Bisa didownload sekarang. Bisa dibaca, bisa dihafal kapan saja. Toh tidak banyak perubahan setelah membaca itu, kecuali tenang sejenak. Setelah itu, kita lihat, korup lagi. Sejak kecil sudah disuruh ngaji kita. Bahkan sampai jadi ahli tafsirnya. Tapi masih begini-begini saja masyarakat kita. Miskin terus. Semakin terjajah dimana-mana. Makin parah jahatnya.

Sebab, yang mampu mentransfer “Ruh” sehingga terjadi perubahan akhlak pada manusia bukan lembaran kertas itu. Yang mampu meniupkan spirit baru ke dalam jiwa manusia adalah nabi, atau para warisnya. Yang menjadi tauladan, patron adab dan inspirasi gerak; itu orang. Bukan kitab an sich. Yang memimpin kita adalah orang, bukan kitab. Kitab itu sifatnya diam. Kalaupun kita simpan dilemari, bisa berdebu dia. Tak berdaya benda itu ditangan kita. Walaupun juga harus sangat dimuliakan dan dihormati.

Namun, jangan terfokus pada pengkultusan kitab. Yang benar-benar suci adalah orang yang membawa itu. Orang itulah Quran. Sebab, Nabi pernah bersabda, “Quran itu ada sama sosok orang, mereka tidak akan terpisah sampai kiamat”. Cari orang ini. Ruh Tuhan ada sama dia. Kalam Tuhan ada bersamanya. Nama Tuhan ada pada namanya. Bersholawatlah untuknya.

Umat Islam kelebihan (buku) Quran, tapi kehilangan pemimpin (Quran yang asli). Sehingga, agama ini kehilangan mukjizat. Milyaran jumlah pengikutnya. Tapi lemah dari semua sisi. Jadi buih kita.

BACA JUGA: “Quran dalam Wajah Manusia”

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad.*****
___________________
SAID MUNIRUDDIN
The Suficademic
YouTube: 
https://www.youtube.com/c/SaidMuniruddin
Web:
 saidmuniruddin.com
fb: http://www.facebook.com/saidmuniruddin/
Twitter & IG@saidmuniruddin

Exit mobile version