BANDA ACEH | Senin, 26/09/2022 | Said Muniruddin, penulis “Bintang ‘Arasy” yang juga pemateri/instruktur nasional NDP-HMI, kembali terpilih sebagai salah satu Presidium Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Aceh (MW KAHMI Aceh) pada Muswil ke-6 KAHMI Aceh. “Terima kasih saya ucapkan kepada teman-teman MD se-Aceh atas kepercayaan ini. Semoga bisa saling mengisi dengan tim presidium terpilih untuk sama-sama membesarkan Nama Allah dalam gerak KAHMI”, sebutnya.

Acara musyawarah wilayah digelar selama dua hari, 25-26 September 2022 di Hotel Amel Convention Hall, Banda Aceh. Dalam diskusi yang cukup alot dan penuh kekeluargaan, Majelis Daerah KAHMI dari 22 kabupaten kota, sepakat memilih 9 presidium untuk memimpin ormas alumni hijau-hitam Aceh periode 2022-2027.

Calon Presidium KAHMI Aceh Periode 2022-2027

Pada awalnya muncul 17 nama sebagai bakal calon presidium. Namun 9 calon dengan suara terbanyak diputuskan sebagai presidium terpilih. Mereka adalah:

  1. Zulfikar Lidan (20 suara)
  2. Dr. Syaifullah Muhammad, ST, M.Eng (19 suara)
  3. Ikhsanuddin MZ, SE, MM (19 suara)
  4. Dr. Ramzi Adriman, ST, M.Sc (18 suara)
  5. M. Nasir Djamil, M.Si (18 Suara)
  6. Prof. Dr. Syamsul Rijal, M.Ag (14 suara)
  7. Said Muniruddin, SE, M.Sc, Ak, CA (14 suara)
  8. Syarifah Rahmatillah, SH, MH (11 suara)
  9. Aliman Selian, S.Pi, M.Pi (11 suara)

Dari 9 orang tersebut, dua nama merupakan presidium periode sebelumnya (2020-2022). Yaitu Zulfikar Lidan (Koordinator Presidium sebelumnya) dan Said Muniruddin. Di KAHMI Aceh, Said Muniruddin pernah menjabat Sekjen (2010-2015) dan kemudian Presidium (2015-2020). Muswil ke-6 ini masih memberi kepercayaan kepada penulis buku Perkaderan HMI ini untuk sekali lagi membantu menjalankan amanah organisasi.

Tujuh dari Sembilan Presidium KAHMI Aceh 2022-2027

Muswil ke-6 KAHMI Aceh mengangkat tema: “KAHMI Bangkit, Aceh Kuat”. Dalam sesi Muswil, secara aklamasi semua peserta memberi apresiasi dan menerima laporan pertanggungjawaban KAHMI Periode 2015-2020. Pengurus KAHMI dibawah koordinasi Zulfikar Lidan dinilai telah berhasil membangun kantor yang akan menjadi pusat silaturahmi dan kecendekiaan KAHMI.

Peserta yang hadir juga mengharapkan KAHMI Aceh dapat terus mengoptimalkan potensi dalam pembangunan. Selama ini, secara personal para alumni telah berperan pada semua sektor. Namun secara kelembagaan, KAHMI perlu pembenahan lebih lanjut. Selain memperkuat even-even silaturahmi, KAHMI harus memiliki “unit-unit jihad” seperti badan waqaf, koperasi, sekolah, rumah sakit, universitas, lembaga kajian strategis dan lainnya.

Dr. A. Doli Kurnia Tandjung, S.Si, MT dan Said Muniruddin

Dr. Ahmad Doli Kurnia, S.Si, MT, Presidium MN KAHMI, pada sesi pembukaan acara juga berpesan. KAHMI juga harus berfokus pada kontinuitas perkaderan HMI. KAHMI ada karena ada HMI. Jika HMI mati, KAHMI juga akan mati. HMI merupakan sumber mata air yang harus dijaga kejernihannya. Jangan sampai terkotori. Karena dari situlah lahir para alumni. Oleh sebab itu, ‘intervensi’ alumni dalam perkaderan sangat penting. Guna memastikan proses perkaderan tetap berjalan.

Ketua Panitia Muswil ke-6 KAHMI Aceh, Hendry Rachmadani mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan 5 tahunan ini. Dr. Muhammad Dayyan, S.Ag, M, Amiruzzahri dan Gusmarwan juga mendapat apresiasi dari panitia dan peserta karena telah memimpin sidang-sidang Muswil secara sangat baik.

Hidup ini ibadah. Berorganisasi semata-mata hanya usaha mendekat kepada-Nya melalui aktifitas silaturahmi, pengabdian dan amar makruf lainnya. KAHMI hanyalah salah satu dari ruang ekspresi secara fisik, waktu, finansial, intelektual dan spiritual untuk tujuan-tujuan itu. Semoga semua ikhtiar alumni HMI memperoleh ridhai Allah SWT.

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad.