Articles

ZIARAH KE KOTA SUCI, SAUDI YANG MENANG MELAWAN ARGENTINA, DAN BANJIR BESAR DI JEDDAH (BAGIAN 1)

Baitullah, Kakbah

“Jurnal Suficademic” | Artikel No. 93 | Desember 2022

ZIARAH KE KOTA SUCI, SAUDI YANG MENANG MELAWAN ARGENTINA, DAN BANJIR BESAR DI JEDDAH (BAGIAN 1)
Oleh Said Muniruddin | RECTOR | The Suficademic

***

Bagian 1: “Perjalanan Mencari Berlian”
Bagian 2: “Islam, Wahyu untuk Orang Ganteng”
Bagian 3: “Umrah, Petualangan Penuh Ujian”
Bagian 4: “Di Madinah Al-Munawwarah, Empat Hari Bersama Nabi”
Bagian 5: “Ada Ibrahim, Hajar dan Ismail dalam Putaran Tawaf dan Sa’i Kami”
Bagian 6: “Makkah dan Madinah, di Fase Mana Anda Berada?”
Bagian 7: “Mencari Tuhan di Baitul Kakbah, Ketemunya di Rumah”

***

BAGIAN 1: “PERJALANAN MENCARI BERLIAN”

Tim Rumoh Raya

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. “Bro, ada slot satu lagi nih, ikut?”, tanya Said Husain adik kami. “Ayo!”, jawab kami. Itu cerita kenapa berangkat umrah. Ada yang ajak. Selain itu, juga ikut Syarifah Naylus dan Said Muhammad (istri Said Husain dan anaknya yang belum genap berusia dua tahun). Juga ada Said Akram, abang kami.

Mengetahui kami akan umrah, istri saya, Syarifah Farhanna mulai tidak ngomong lagi. Mirip-mirip sedih. Rupanya ada sesuatu yang terpendam di hati. Tapi tidak pernah diungkap. Hal itu diketahui oleh Guru.

Suatu ketika saat berziarah, Beliau membaca isi hatinya. Lalu berkata: “Dalam sekali permintaan si Kiki istri Said Munir ini. Belilah sebutir berlian untuk dia, biar senang. Harganya berapalah, paling 40 jutaan”. Setelah bicara itu, sang Sufi ini melanjutkan cerita-cerita tentang umrah. Padahal Beliau tidak pernah diberitau bahwa kami akan pergi berumrah.

Ternyata memang itu ‘berlian’ yang Beliau maksud. Istri terus berdoa dan bernazar, agar bisa ikut. Akhirnya, terkabulkan. Saya harus mengeluarkan uang tepat 40 juta untuk membawa istri ikut. Bagi pegawai biasa seperti kami, itu pengeluaran istimewa. Tapi wajar. Sudah 8 tahun berkeluarga, mengurus 4 anak, tapi belum pernah ia pergi jalan-jalan ke luar negeri, sebagaimana cita-citanya. Saya kira sudah tepat jika ikut serta. Ia senang sekali, sampai menangis sejadi-jadinya. Ke “Tanah Suci” pula.

Hanya kurang dari seminggu, serba mendadak, semua selesai ia urus. Visa dan sebagainya. Kelihatannya memang dia yang sedang ditunggu Rasulullah. Saya sendiri mirip-mirip ditugaskan jadi tukang antar saja. Banyak fenomena dan kemudahan yang ia alami selama disana. Misalnya, selama 4 hari di Madinah, tiap pagi ia berhasil masuk ke Raudhah, ke pusat tersuci dari Masjid Nabawi. Padahal, untuk masuk Raudhah sekarang harus ada “tasreh” (izin masuk) dari otoritas setempat yang harus diurus jauh hari. Biasanya diurus oleh travel umrah untuk masuk secara rombongan. Dan itu cuma dapat jatah satu kali untuk setiap jamaah. Tapi, ia masuk berkali-kali, tiap pagi, tanpa mengantongi izin apapun. Padahal, banyak orang justru disuruh keluar saat sudah di pintu masuk, karena tidak bisa menunjukkan barcode izin. Mungkin itulah ‘berlian’ untuknya.

Begitu juga ketika di Mekkah. Dia menjadi jamaah pertama dalam rombongan kami yang tembus ke Hajar Aswad, dengan berbagai kemudahan. Itupun bukan sekali. Empat kali! Padahal, kami yang laki juga pernah mencoba. Sekali saja susahnya minta ampun. Bahkan umumnya gagal. Karena padat sekali. Badan jamaah besar-besar, juga kasar-kasar. Saling dorong dan himpit. Susah sekali untuk mendekati Batu Hitam itu. Salah-salah, jadi ikan pepes kita. Sesak napas. Terlempar kesana-kemari. Paska pandemi, jamaah umrah terus membludak. Karena sudah 3 tahun tidak pernah ada umrah dan haji.

Vibrasi spiritualnya sangat hidup ketika akan berziarah ke tempat-tempat sakral. Seperti selalu ada “langkah” untuk berjumpa dengan ruhani-ruhani yang ada ditempat itu. Doanya juga makbul sekali disana. Saya khawatir sekali kalau dia sudah mengangkat tangan untuk berdoa. Apalagi kalau berdoa untuk dimudahkan rejeki. Kantong saya pasti ‘robek’ lagi setelah itu.

(Bersambung ke BAGIAN 2: “Islam Diwahyukan kepada Orang Ganteng”)

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad.

#powered by SUFIMUDA
___________________
SAID MUNIRUDDIN
RECTOR | The Suficademic
YouTube: 
https://www.youtube.com/c/SaidMuniruddin
Web:
 saidmuniruddin.com
fb: http://www.facebook.com/saidmuniruddin/
Twitter & IG@saidmuniruddin

Komentar Anda

%d bloggers like this: