MEMINTA PERTOLONGAN KEPADA SELAIN ALLAH, HUKUMNYA APA?

“Jurnal Suficademic” | Artikel No. 20 | Februari 2023

MEMINTA PERTOLONGAN KEPADA SELAIN ALLAH, HUKUMNYA APA?
Oleh Said Muniruddin |  RECTOR | The Suficademic

MURID: “Ustadz, apa hukumnya memohon pertolongan kepada selain Allah?

USTADZ: “Untuk kalian, hukumnya wajib!”

MURID: “Kok bisa begitu ustadz?”

USTADZ: “Karena kalian belum mengenal Allah, dan tidak tau Allah ada dimana. Emang kalau kalian sakit, ada kalian jumpai Allah untuk minta tolong disembuhkan? Yang kalian jumpai dan minta pertolongan sama dokter kan, “Dok, tolong sembuhin saya dong”? Emang waktu kalian lapar, ada kalian jumpai Allah untuk minta makan? Yang kalian jumpai dan minta pertolongan sama penjual di kantin kan, “Bang, tolong baksonya satu mangkok dong”?

MURID: “Jadi, kalau kami sudah mengenal Allah, apakah kami bisa langsung datang untuk menjumpai Allah kalau lagi sakit dan lapar?”

USTADZ: “Iya, kalau sudah mengenal dan tau Allah ada dimana, boleh kalian jumpai secara langsung. Atau kalau memang sudah konek, bisa langsung meminta kepada-Nya dan biasanya akan dijawab. Tapi itu tidak selalu memungkinkan. Sebab, selain kita tidak connect dan tidak tau Allah ada dimana, itu juga tidak sopan untuk dilakukan. Sebab, Allah juga punya wakil. Punya pembantu. Punya penolong. Punya wali dan khalifah. Itulah kaki tangan Allah, orang berilmu dan beriman yang layak didatangi untuk dimintai pertolongan”.

MURID: “Jadi gak syirik kalau memintai pertolongan kepada selain Allah?”

USTADZ: “Syirik!”

MURID: “Jadi, kenapa harus minta tolong sama wali dan khalifah?”

USTADZ: “Karena Allah ada bersama mereka. Kecuali Allahnya tidak ada sama mereka, itu baru syirik”.

MURID: “Oooo…”.

***

Ada banyak masalah dalam hidup seseorang, yang tidak bisa diselesaikan oleh dokter dan tukang bakso. Masalah-masalah itu akan terurai dengan sendirinya ketika kita bersahabat dengan rasul dan orang-orang beriman pembawa wasilah (wali Allah). Wali Allah artinya “penolong Allah”, pendamping, atau co-Creator. Allah saja ‘minta tolong’ sama wali-Nya, masa kita tidak?

Karena itu, wali juga menjadi penolong kita. Mintalah tolong kepada para wali/nabi agar kebutuhan dan hajat-hajat kita dimudahkan Allah. Karena itulah kita diajarkan bersolawat, atau bertabaruk kepada mereka.

اِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوا الَّذِيْنَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَهُمْ رٰكِعُوْنَ

“Sesungguhnya penolongmu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman yang menegakkan salat dan menunaikan zakat seraya tunduk (kepada Allah)” (QS. Al-Mā’idah [5]: 55)

***

Sehari-hari kita sering berdoa, “Ya Allah, tolonglah kami”. Itu doa standar, dengan memanggil Nama-Nya yang umum. Dalam pengajaran sufisme, seseorang juga dapat meminta pertolongan Allah dengan bahasa-bahasa yang lebih ekspresif, dengan menyebut nama kekasih-Nya: “Ya Rasulullah tolonglah kami”, “Ya Ali Madad!”, “Habib tolong!”, “Tolong Guru!”, “Tolong ya Syekh”, “Bahauddin bala gardam”, “Abuya!”, dan sebagainya.

Saat pandemi Covid sedang marak-maraknya, di banyak masjid dan kalangan Nahdliyin di seluruh Indonesia kembali marak dibacakan Sholawat Li Khamsatun. Isinya adalah meminta pertolongan kepada Allah melalui 5 nama:

لِيْ خَمْسَةٌ اُطْفِيْ بِهَا # حَرَّ الْوَبَاءِ الْحَاطِمَةْ
اَلْمُصْطَفٰى وَالْمُرتَضٰى # وَابْنَاهُمَا وَفَاطِمَةْ

Melalui lima pribadi mulia// Aku berharap diselamatkan dari panas derita yang bikin sengsara// Al-Musthafa (Muhammad SAW)// Al-Murtadha (Ali)// Dan kedua putranya (Hasan dan Husain)// Dan Fatimah.

Para salik, saat kesulitan, itu sering memanggil kekasih Allah. Karena yang dipanggil adalah kekasih-Nya, Allah ikut hadir. Sebab, Allah dan kekasih-Nya tidak pernah bercerai. Karena itulah, memanggil kekasih Allah, sinonim dengan memanggil Allah. Pada hakikatnya, meminta tolong kepada kekasih Allah, itu sama dengan meminta pertolongan kepada Allah. Karena nabi/wali Allah, itu perwujudan dari Asma Allah.

Yang tegas dilarang adalah meminta tolong kepada orang-orang kufur, yang berwasilah ke iblis. Karena itu, pergi ke paranormal atau bersekutu dengan kafir itu sangat dilarang. Sementara, pergi menjumpai ulama dan para kekasih-Nya, itu amalan sangat utama dalam tradisi spiritual.

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad.

#powered by SUFIMUDA
___________________
FOLLOW US
:
SAID MUNIRUDDIN | The Suficademic
Web: 
saidmuniruddin.com
YouTube: youtube.com/c/SaidMuniruddin
TikTok:
tiktok.com/@saidmuniruddin
IG: instagram.com/saidmuniruddin/
Facebook: facebook.com/saidmuniruddin/
Twittertwitter.com/saidmuniruddin
Join Grup WA: The Suficademic-1
Join Grup WA: The Suficademic-2

Next Post

"GELOMBANG BAWAH DAN ATAS SADAR": KUNCI SUKSES, TENANG DAN BAHAGIA

Fri Feb 24 , 2023
“Jurnal […]

Kajian Lainnya