HADIRI PEMBUKAAN LATSARPIM, REKTOR SUFICADEMIC HARAPKAN KADER MUDA PIDIE JADI LEADER BAGI DUNIA

BANDA ACEH. Bertempat di lantai 4 Gedung Walikota Banda Aceh (Jum’at, 13/10/2023), Forum Komunikasi Generasi Muda Pidie (Fokusgampi) buka acara Latihan Dasar Kepemimpinan (Latsarpim). Acara dilaksanakan selama 4 hari. Mulai 13-16 Oktober 2023, bertempat di Balai Pelatihan Dinas Pertanian dan Perkebunan, Ulee Kareng Banda Aceh.

Fokusgampi merupakan organisasi pemuda dan mahasiswa Pidie di Banda Aceh. Untuk memperkuat kapasitas leadership generasi mudanya, paguyuban ini rutin melaksanakan kegiatan pelatihan. Materi di isi oleh para tokoh, politisi dan akademisi; baik lokal maupun nasional. Kali ini, bertindak sebagai MoT adalah Dr. Effendi Hasan, MA; Wakil Dekan I FISIP USK, juga mantan aktifis UIN Ar-Raniry Banda Aceh tahun 2000.

Seremoni pembukaan dihadiri ratusan tamu dan undangan. Terlihat hadir mantan pengurus, tokoh masyarakat, OKP, pemerintah, politisi, pengusaha dan akademisi. Baik yang berdomisili di Pidie, Banda Aceh dan Jakarta. Terlihat hadir Abu Muhammad Yus, Sayed Muhammad Muliady, Ihsanuddin MZ, Syarifah Munirah; dan banyak lainnya.

Pembukaan Latsarpim Fokusgampi (Jum’at, 13/10/2023)

Orasi ilmiah pada acara pembukaan di isi oleh Dr. Faisal Ali Hasyim, SE, M.Si, CA, CSEP. Ia adalah putra Pidie kelahiran Beureunuen, dan juga termasuk jajaran pendiri fokusgampi. Sejak 16 September 2022, ia menjabat sebagai Inspektur Jenderal (Irjen) di Kementerian Agama RI. Sebelumnya aktif di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) di Pusat dan berbagai wilayah di Indonesia.

Faisal Ali Hasyim, yang juga alumni Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala dan juga pernah menjadi Ketua Senat FE Unsyiah pada periode 1995, menyampaikan materi dan motivasi kepemimpinan untuk 70 peserta yang ikut berhadir pada malam itu.

Dalam orasinya, ia menyampaikan bahwa identitas etnik dan organisasi paguyuban hanya bertujuan sebagai pengikat silaturahmi dengan kelompok grassroot atau asal. Namun, spirit leadership yang dibangun bukanlah untuk membuat seseorang menjadi kerdil dan hanya ingat kampungnya saja. Melainkan harus terus dipompa untuk berkarya sampai pada level lebih luas, bahkan menjadi tokoh bagi Indonesia. Faisal Ali Hasyim menyampaikan pengalamannya dalam berkarir sampai ke level nasional.

Senada dengan itu, Said Muniruddin, Rector “The Suficademic”, disela-sela diskusi informal dengan peserta juga menyampaikan pesan yang sama. Kita semua diciptakan Tuhan untuk menjadi “rahmat” bagi alam semesta. Kita, sebagaimana Nabi kita, mesti hidup melampaui sekat suku dan wilayah. Kita bisa menjadi tauladan bagi dunia.

Said Muniruddin, SE, M.Sc, Ak, CA (Rector Suficademic) & Dr. Faisal Ali Hasyim, SE, M.Si, CA, CSEP (Irjen Kemenag RI)

Namun demikian, kita juga punya peran-peran sosial dan politik sesuai tempat dimana kita hidup dan dilahirkan. Disitulah kita belajar berfikir dan mengabdi. Sampai kemudian, nilai-nilai ketauladanan kita menjadi inspirasi bagi warga dunia.

Setiap orang punya “multiple identity” yang harus dijaga. Baik sebagai sebuah suku, sekaligus sebagai warga dunia. Kesukuan adalah takdir yang secara alami kita peroleh dari Tuhan. Kita harus bangga dengan itu. Namun, untuk menjadi prototipe universal, itu sebuah ikhtiar yang harus diperjuangkan.

Muhammad SAW itu “Quraisy”, dan dia bangga dengan asal usulnya itu. Pada saat yang sama, ia menjadikan entitasnya itu sebagai figur pembawa pesan-pesan “universal”. Agama dan kebaikan yang dibawanya menjadi nilai dan kebaikan bagi semua, bahkan melampaui ras dan agama.

Said Muniruddin merupakan salah satu penulis tasawuf paling produktif di Indonesia. Ada ratusan artikel sufistik yang ia publikasi setiap tahun. Tahun 2023 ini, sudah rilis 97 tulisan tentang sufisme yang selalu diposting di webnya. Mantan Pengurus Fokusgampi periode 2001-2022 ini, juga sering menjadi pemateri spiritual leadership ke berbagai daerah di Indonesia. Khususnya untuk Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Buku Bintang ‘Arasy (2013) yang ia tulis menjadi salah satu referensi utama leadership bagi kader mahasiswa Islam se-Indonesia. Said Muniruddin yang juga putra kelahiran Tijue Pidie, secara khusus menyampaikan selamat kepada Pengurus Fokusgampi dibawah kepemimpinan M.Rafsanjani, atas terlaksananya kegiatan yang baik ini. Semoga kader-kadernya menjadi pembawa kebaikan, mulai di level kampung asal, sampai ke penjuru dunia.

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad.

[Tim Suficademic-News].*****
___________________
FOLLOW US
:
SAID MUNIRUDDIN | The Suficademic
Web: 
saidmuniruddin.com
YouTube: youtube.com/c/SaidMuniruddin
TikTok:
 tiktok.com/@saidmuniruddin
IG: instagram.com/saidmuniruddin/
Facebook: facebook.com/saidmuniruddin/
Twittertwitter.com/saidmuniruddin
Join Grup WA: The Suficademic-1
Join Grup WA: The Suficademic-2

Next Post

TAAT KEPADA ALLAH DAN RASUL, MELALUI "ULIL AMRI"

Sat Oct 14 , 2023
بِسْمِ […]

Kajian Lainnya