LA MAUJUDA ILLALAH

LA MAUJUDA ILLALLAH
Oleh Said Muniruddin | RECTOR | The Suficademic

Kucari Tuhan di Baitul Kakbah. Tapi tidak kutemukan.

Lalu kucari Tuhan di Vatikan, di Yerusalem, di Badrinath, di Lumbini dan Kailash, di Amritsar, di Kerman dan Yazd. Dia tidak ada.

Lalu pulang kucari Tuhan di masjid-masjid, di musholla, di surau, di balai pengajian dan rumah-rumah. Tapi Dia tidak ada.

Lalu kucari Tuhan di gereja, di sinagog, di vihara, di pura, di klenteng, di kuil para rahib dan pendeta. Dia tidak ada.

Kucari Tuhan di gunung, di lembah, di gua, di hutan, di pohon, di batu, di sungai, di laut, di langit, di bulan, di bintang, dan di matahari. Dia tidak ada.

Kucari Tuhan di lembaran suci mushaf, di halaman Injil, di manuskrip Taurat, di teks Zabur, di mantra Weda, di buku Tripitaka, di Zend Avesta, di Sishu Wujing, dan di Guru Granth Shahib. Dia tidak ada.

Lalu kuselami diri, dalam kelambu sufi. Kucari Tuhan di kedalaman hati. Sampai mati akalku. Sampai sirna wujudku. Sampai fana semua eksistensi.

Ternyata…
Masjid itu tidak ada. Gereja itu tidak ada. Semua kitab, kuil, gunung, langit, bumi, bintang, bulan, matahari; tidak ada. Bahkan diriku juga tidak ada.

Yang ada hanya Dia. “La maujuda illallah”.

>> BACA SYAIR & PUISI HIKMAH LAINNYA
____________
SAID MUNIRUDDIN | The Suficademic
Web: 
saidmuniruddin.com
Channel WA: The Suficademic
YouTube: youtube.com/c/SaidMuniruddin
TikTok:
 tiktok.com/@saidmuniruddin
IG: instagram.com/saidmuniruddin/
Facebook: facebook.com/saidmuniruddin/
Twittertwitter.com/saidmuniruddin
Join Grup WA: The Suficademic-1
Join Grup WA: The Suficademic-2

Next Post

KECANTIKAN YANG MENIPU

Fri Feb 23 , 2024
Jurnal […]

Kajian Lainnya