SUFISME KOPI, LEMANG DAN APAM

SUFISME KOPI, LEMANG DAN APAM
Sinopsis

“SUFISME KOPI, LEMANG DAN APAM” adalah sebuah buku yang memadukan materialitas budaya dan kuliner dengan nilai-nilai spiritual. Semua orang tau apa itu kopi, lemang dan apam. Minuman dan makanan ini sudah mentradisi dalam masyarakat. Bahkan budaya ngopi misalnya, telah begitu mendunia. Namun, tidak semua orang mengetahui akar sufisme dari ketiga produk budaya ini.

Kopi terkait erat dengan Abu Hasan Asy-Syadzili, ataupun para sufi Yaman lainnya, tempat kopi berasal. Diriwayatkan, minuman hitam ini pada awalnya diracik untuk membuat kesadaran para ahli dzikir terus terjaga dalam setiap munajat malam mereka. Begitu juga lemang, dikaitkan dengan Syekh Burhanuddin Ulakan, murid Syekh Abdurrauf bin Ali (Teungku Syiah Kuala), yang mengarahkan masyarakatnya untuk membuat jenis makanan; yang racikan beras, santan dan lainnya dimasak dalam wadah bambu yang bersih dan tertutup rapi. Ada berbagai elemen bumbu (bambu, beras, air santan), yang jika salah satunya tidak ada, lemang yang lezat tidak akan jadi. Sebuah makna, bahwa agama terdiri dari syariat, tarikat dan hakikat. Memasaknya pun penuh mujahadah, bahkan sampai mengeluarkan air mata. Sementara apam, berkaitan erat dengan sosok Abdullah bin Rajab, tokoh sufi Mekkah, yang saat meninggal tidak memiliki apapun. Sehingga masyarakat tergerak untuk membuat sejenis makanan yang kita kenal sebagai apam, sebagai kenduri untuknya. Budaya ini turut diperkenalkan sampai ke Jawa oleh Ki Ageng Gribig dalam tradisi “Ya Qowiyyu”.

Dari buku ini kita akan tau, peran spiritualitas sangat kuat dalam setiap gerak budaya dan tradisi sosial masyarakat kita. Tidak bisa dipungkiri, kehadiran sufisme telah mengisi ruh dalam aneka wisdom dan budaya yang hidup ditengah masyarakat. Karena, sejatinya Islam, adalah sebuah kehidupan duniawi yang penuh unsur materi. Namun kaya dengan makna-makna ruhani. Karena itu, festival kopi, lemang dan apam; dalam upaya memperkuat memori spiritual sangat penting untuk terus dilakukan. Buku ini mengulas sejarah dan filosofi kopi, lemang dan apam. Sekaligus mendokumentasikan tiga festival budaya ini yang dilaksanakan oleh Dayah Sufimuda Aceh. Dayah tarikah ini turut konsern menjaga tradisi dan budaya yang penuh makna spiritual, yang diwariskan oleh leluhur. Buku ini terbit pada perayaan Hari Auliya ke-48 tahun 2024.

Penulis: Said Muniruddin, T.M Jafar Sulaiman, Ramzi Adriman, Afdhal Azmi, Riha Dedi Priantana, Ridwan Nurdin, Syarifuddin Abe, Muhammad, T.M Sahudra, Syukriy Abdullah, Tursinawati, Fakhrurrazi Amir, M. Ridha Siregar, T. Maulana
Editor: Syarizal Fonna, Khairul Munadi, Fitri Arnia
Penerbit:
 Syiah Kuala University Press
Spesifikasi: v + 143 hal + 15,5 x 23 cm
Cetakan Pertama:
 09 Maret 2024

Next Post

JANGAN BERHARAP KEPADA ALLAH..

Mon Feb 26 , 2024
Jurnal […]

Kajian Lainnya