SAMUDERA TASAWUF

Jurnal Suficademic | Artikel No.34 | Maret 2024

SAMUDERA TASAWUF
Oleh Said Muniruddin | RECTOR | The Sudicademic

Bismillahirrahmanirrahim.

Mendalami tasawuf sering diibaratkan dengan “menyelami samudera”. Kenapa demikian?

Sebab, kita semua hidup di tepi laut. Indah memang. Dengan hamparan pasir, debur ombak dan pohon kelapanya. Tapi, pusaka paling berharga tidak ada disitu.

Jika ingin menemukan mutiara, ribuan biota, taman karang beraneka warna, dan spesies ikan yang indah dan bergizi tinggi; Anda harus menyelam. Disanalah semua itu hidup dan berada. Semua ini tidak terlihat oleh mata biasa. Anda harus menyelam.

Banyak orang yang pergi ke laut, tapi sedikit yang mau basah. Konon lagi yang mau menyelam. Banyak manusia yang memilih beragama, tapi sedikit yang mau bersusah payah untuk merasakan kedalaman dari esensi agama.

Untuk menyelam ke dasar laut tentu tidak mudah. Perlu mujahadah. Jika dipinggir pantai Anda bisa ngomong seenaknya, kalau menyelam sudah beda. Nafas harus dilatih. Mulut harus ditutup. Anda harus bergerak pelan, dari satu kedalaman ke kedalaman berikutnya. Tidak bisa langsung ke dasar, bisa meledak paru-paru Anda. Bisa gila Anda.

Zikir itu banyak tingkatan. Maqamat spiritual sangat beragam. Wadah harus kuat jika ingin menyelami diri ke dimensi yang lebih dalam. Banyak pantangan selama proses perjalanan. Seseorang harus hati-hati dalam menyelami dunia ruhani yang terlihat mata ini. Bahayanya ada. Demikian juga dengan keindahan yang akan Anda jumpai, banyak sekali.

Perjalanan ke dasar samudera yang gelap pasti membutuhkan cahaya. Anda tidak bisa mandiri menuju kesana. Bisa tersesat di kedalaman yang gelap dan maha luas. Perlu mentor yang sudah sering bolak balik kesana. Perlu perlengkapan yang mendukung Anda untuk mudah mencapai tujuannya. Semua ini, dalam bahasa spiritual disebut “wasilah”.

Jika beruntung, Anda akan mendapatkan mutiara dan aneka perbendaharaan tersembunyi lainnya. Sesuatu yang akan membuat Anda kaya raya. Anda akan merasakan aneka vibrasi yang maha tinggi. Anda akan memiliki perspektif yang lebih sempurna. Anda akan menjadi manusia berbeda. Di kedalaman diri itulah tersimpan berjumpa Yang Maha Tersembunyi. Dia sebenarnya ada bersama Anda, kemanapun Anda pergi. Tapi Anda harus menyelaminya, untuk bisa berjumpa.

Penutup

Agama terdiri dari empat hal: syariat, tarikat, hakikat dan makrifat. Syariat adalah tampilan samudera yang Anda lihat dari tepi pantai. Tarikat adalah metode perjalanan yang Anda tempuh untuk menyelaminya. Hakikat adalah segala sesuatu yang Anda saksikan di kedalamannya. Makrifat adalah mutiara yang Anda temukan di dasarnya.

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad.

#powered by SUFIMUDA
___________________
SAID MUNIRUDDIN | The Suficademic
Web: 
saidmuniruddin.com
Channel WA: The Suficademic
YouTube: youtube.com/c/SaidMuniruddin
TikTok:
 tiktok.com/@saidmuniruddin
IG: instagram.com/saidmuniruddin/
Facebook: facebook.com/saidmuniruddin/
Twittertwitter.com/saidmuniruddin
Join Grup WA: The Suficademic-1
Join Grup WA: The Suficademic-2

Next Post

PUASA, KURANGI BICARA

Thu Mar 14 , 2024
Jurnal […]

Kajian Lainnya