MENUHANKAN ALLAH: SEKEDAR TAU NAMA, ATAU HARUS TERHUBUNG DENGAN-NYA?


“Jurnal Tasawuf Akhir Zaman” | PEMUDA SUFI | Artikel No.54 | Agustus 2021


MENUHANKAN ALLAH; SEKEDAR TAU NAMA, ATAU HARUS TERHUBUNG DENGANNYA?
Oleh Said Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. “Allah” sebagai nama Tuhan, itu bukan cuma kita di Islam saja yang tau. Kaum jahiliah juga tau itu nama Tuhan. Kaum pagan juga begitu. Semua agama tau, “Allah” itu nama Tuhan. Bahkan namanya itu banyak. Bisa disebut dengan berbagai nama. Lalu apakah dengan tau namanya itu anda sudah Islam? Continue reading

SUAMI YANG BERSETAN


“Jurnal Tasawuf Akhir Zaman” | PEMUDA SUFI | Artikel No.53 | Juli 2021


SUAMI YANG BERSETAN
Oleh Said Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Malam itu, semua terlihat sempurna. Pulang dari kantor sudah agak Magrib. Saya mandi. Sholat. Lalu duduk santai, menunggu santap malam. Continue reading

AGAMA PAGAN


“Jurnal Tasawuf Akhir Zaman” | PEMUDA SUFI | Artikel No.52 | Juli 2021


AGAMA PAGAN
Oleh Said Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Apa sih agama pagan? Continue reading

HILANGKAN PIKIRAN, MASALAHMU IKUT HILANG!


“Jurnal Tasawuf Akhir Zaman” | PEMUDA SUFI | Artikel No.51 | Juli 2021


HILANGKAN PIKIRAN, MASALAHMU IKUT HILANG!
Oleh Said Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. “Begini Wan, masalah itu cuma ada di pikiran. Kalau hilang pikiran, masalah juga hilang. Kita tidak bisa menghilangkan masalah. Yang harus kita pelajari adalah, bagaimana cara menghilangkan pikiran. Biar masalahnya hilang”, begitu saya meyakinkan Bang Safwan -yang terlihat memakai baju yang dibagi pada waktu acara kami memfasilitasi Capacity Building BPS Aceh Jaya, November 2019. Berarti sudah hampir 2 tahun beliau memakai baju itu. Bajunya masih bagus. Cuma bagian perutnya saja yang melar. Continue reading

EFEK BERTUHAN


“Jurnal Tasawuf Akhir Zaman” | PEMUDA SUFI | Artikel No.50 | Juli 2021


EFEK BERTUHAN
Oleh Said Muniruddin

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Dulu. Sebelum bertemu Tuhan, hidup bang Ramzi sibuk sekali. Susah sekali ditemui. Padat betul agendanya. Hampir-hampir tidak ada waktu kalau di ajak ngopi. Lebih sibuk beliau daripada presiden Jokowi. Kini, setelah berjumpa Tuhan, hampir tiap hari ajak kita minum kopi. Santai betul! Continue reading

TAWAJUH YANG GAGAL


“Jurnal Tasawuf Akhir Zaman” | PEMUDA SUFI | Artikel No.49 | Juli 2021


TAWAJUH YANG GAGAL
Oleh Said Muniruddin

MALAM ini badan agak berat. Setelah seharian menelaah layar PC. Disambung agenda malam, membawa anak jalan-jalan. Kupercayakan saja hidupku kepada Redmi Note 8. Alarm sudah ter-set untuk jam 4 pagi. Karena menjelang subuh ada agenda “mikraj”. Perjalanan tawajuh ke langit ke tujuh. Tepat jam 23 WIB, tidurlah aku. Continue reading

SOLUSI UNTUK HIJAB REJEKI


“Jurnal Tasawuf Akhir Zaman” | PEMUDA SUFI | Artikel No.48 | Juli 2021


SOLUSI UNTUK HIJAB REJEKI
Oleh Said Muniruddin

YANG satu namanya Kim Ramzi Jong-un. Rambutnya tipis samping. Tatapannya datar. Serius. Penguasa Korea Utara. Continue reading

“SAYED LAMPOH BUKOT”, THE POLICE


“Jurnal Tasawuf Akhir Zaman” | PEMUDA SUFI | Artikel No.47 | Juli 2021


“SAYED LAMPOH BUKOT”, THE POLICE
Oleh Said Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual Leadership

BRENGSEK. Tiba-tiba lampu merah. Di Jambo Tape pula. Sesosok polisi melirik saya. Alah mak! Continue reading

SAPIENS, MAKHLUK DI ANTARA DINDING SURGA DAN NERAKA


“Jurnal Tasawuf Akhir Zaman” | PEMUDA SUFI | Artikel No.46 | Juni 2021


SAPIENS, MAKHLUK DI ANTARA DINDING SURGA DAN NERAKA
Oleh Said Muniruddin I Rector I The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Dunia ini jembatan (qantharah) antara surga dan neraka. Sapiens merupakan makhluk yang berada pada dinding di antara keduanya. Tinggal mencari cara bagaimana kita bisa lompat ke surga. Atau sebaliknya, tergelincir ke neraka. Continue reading

MENGENAL “QARIN”


“Jurnal Tasawuf Akhir Zaman” | PEMUDA SUFI | Artikel No.45 | Juni 2021


MENGENAL “QARIN”
Oleh Said Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Ada dua kekuatan yang selalu mempengaruhi manusia. Yang satu disebut “force” (degrading energy). Satu lagi “power” (empowering energy). Agama membahasakan dua kekuatan ini sebagai “iblis/jin” dan “malaikat”. Mereka ini qarin, atau the accompanying energy. Gelombang kesadaran yang tarik menarik, yang menemani gerak kita setiap hari. Continue reading

DUNIA INI SURGA, SEKALIGUS NERAKA


“Jurnal Tasawuf Akhir Zaman” | PEMUDA SUFI | Artikel No. 44 | Juni 2021


DUNIA INI SURGA, SEKALIGUS NERAKA
Oleh Said Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Level kehidupan ada dua. Pada satu ujung berbentuk “neraka”, dengan aneka tingkatan kerumitannya. Pada ujung lainnya adalah “surga”, dengan berbagai level kenikmatannya. Dan itu sudah terbentuk sejak di dunia. Continue reading

GORESAN YANG BERTUHAN

GORESAN YANG BERTUHAN. Agama ini tentang rasa. Mulai dari estetika lahiriah, sampai kepada sentuhan batinnya. Maka, ketika wahyu harus ditulis, tulislah dengan seni tingkat tinggi. Lalu tiuplah Ruh pada setiap goresan, agar hadir Tuhannya. Tanpa itu ayat-ayat menjadi mati, hilang sisi mukjizati. Tidak menyembuhkan. Tidak menghidupkan | Banda Aceh, 20 Juni 2021.

MENG-UPGRADE GELOMBANG “RUH”


“Jurnal Tasawuf Akhir Zaman” | PEMUDA SUFI | Artikel No. 43 | Juni 2021.


MENG-UPGRADE GELOMBANG “RUH”
Oleh Said Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Secara saintifik, ruh dapat dipahami sebagai “gelombang”. Suatu getaran yang merambat, bolak-balik dalam suatu interval waktu tertentu. Selama perambatannya, gelombang ini senantiasa membawa energi. Itulah mengapa, dalam bahasa agama, mereka yang ruhnya “hidup” disebut sebagai orang-orang yang hatinya “bergetar”. “Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah bergetar hatinya (QS. Al-Anfal: 2). Continue reading

TANPA “RUH”, KITA JADI MONYET!


“Jurnal Tasawuf Akhir Zaman”, Artikel No. 42, Juni 2021.


TANPA “RUH”, KITA JADI MONYET!
Oleh Said Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Dalam Al-Qur’an disebutkan, manusia menjadi hidup pada saat “ditiupkan” Ruh. Ketika Ruh “ditiup”, disitulah terjadi komunikasi antara dirinya dengan Tuhannya. Kalau belum mampu berkomunikasi dengan Allah, sebagaimana kemampuan orang-orang shaleh terdahulu (i.e. nabi dan lainnya), maka kita belum dikatakan hidup, secara ruhiyah. Masih mati. Sebab, kemampuan berkomunikasi dengan Tuhan menjadi sebuah persyaratan primordial untuk terlahir ke dunia. Tanpa kemampuan ini, we get lost! Continue reading

INTI SHOLAT, KHUSYUK!


“Jurnal Tasawuf Akhir Zaman”, Artikel No. 41, Juni 2021.


INTI SHOLAT, KHUSYUK!
Oleh Said Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Sholat itu macam-macam definisinya. Mulai dari pengertian fisik, sampai makna psikis ruhaniah. Fikih cenderung menerjemahkannya dalam makna lahiriah sebagai “suatu perbuatan serta perkataan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam sesuai dengan persyaratan yang ada”. Continue reading

GOD IS BEYOND TAJWEED


“Jurnal Tasawuf Akhir Zaman”, Artikel No. 40, Juni 2021.


GOD IS BEYOND TAJWEED
Oleh Said Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Pernah suatu ketika, kita disibukkan dengan cara tulis yang benar. “Insyaallah”, “inshaallah”, “insya Allah”, “insha Allah”, “in Shaa Allah”, dan semacamnya itu. Nama Zakir Naik ikut dibawa-bawa untuk menjustifikasi bentuk-bentuknya penulisan yang dianggap benar. Continue reading