“KON LON”


Jurnal Pemuda Sufi” | Artikel No. 31 | Mei 2022


KON LON”
Oleh Said Muniruddin

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. “Kon Lon”. Itu bahasa Aceh. Bahasa Inggrisnya: “Not Me” (bukan saya). Sebuah penyakit yang sangat halus. Endemi yang biasanya menyerang orang-orang besar (intelektual/ulama/politisi). Continue reading

“RUH”: ARTINYA JIWA, ATAU JIBRIL?


“Jurnal Pemuda Sufi” | Artikel No. 30 | Mei 2022


“RUH”: ARTINYA JIWA, ATAU JIBRIL?
Oleh Said Muniruddin

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. “RUH/ROH”. Bahasa arabnya: الروح. Namun punya makna berbeda. Ada yang diartikan sebagai “jiwa”. Ada juga sebagai “Jibril”. Kok bisa jauh berbeda? Atau mungkin ada hubungan antara “ruh” (jiwa) dengan “Ruh” (Jibril)? Continue reading

RELIGION IS SCIENCE


“Jurnal Pemuda Sufi” | Artikel No. 29 | Mei 2022


RELIGION IS SCIENCE
Oleh Said Muniruddin

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Agama itu saintifik dan ilmiah. Hal-hal yang diistilahkan sebagai “gaib” sekalipun, sebenarnya hanyalah “fenomena”, sesuatu yang dirasa ada tapi belum terungkap secara nyata. Dibutuhkan epistimologi pengetahuan yang tepat untuk mengetahui, menyibak dan mengungkap segala hal yang gaib itu. Continue reading

GOOD SEED VS. BAD SEED


“Jurnal Pemuda Sufi” | Artikel No. 28 | Mei 2022


GOOD SEED VS. BAD SEED
Oleh Said Muniruddin

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Nazi adalah gerakan yang awalnya dipimpin oleh “bad seed” Jewish (Yahudi “benih jahat”). Yaitu Hitler. Hitler, berdasarkan salah satu studi asal usulnya, ternyata berakar kuat pada jenis genetik Yahudi. Dari penelusuran DNA terhadap 39 familinya yang masih hidup, secara mengejutkan ditemukan kromosom Haplogroup E1b1b, yang umumnya ada dalam DNA Yahudi (Daily Telegraph, 2010). Continue reading

MAKRIFAT, OBAT SYIRIK


“Jurnal Pemuda Sufi” | Artikel No. 27 | April 2022


MAKRIFAT, OBAT SYIRIK
Oleh Said Muniruddin

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Syirik adalah menyembah selain Allah. Pertanyaannya, apa yang kita sembah sekarang, Allah atau selain Allah? Continue reading

KHANDURI THON (KHAUL)


“Jurnal Pemuda Sufi” | Artikel No. 26 | April 2022


KHANDURI THON (KHAUL)
Oleh Said Muniruddin

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. “Khanduri Thon” adalah sejenis khaul (acara tahunan) untuk mengenang jasa dan ketauladanan para leluhur. Sebagian kaum muslim punya tradisi mengikat ruhani dan memori; baik dengan para wali maupun datok-datoknya. Selain berziarah ke makam dan berdoa, kenduri untuk jamaah yang hadir merupakan bagian dari usaha untuk berbagi kebahagiaan; dengan harapan, doa-doa dimakbulkan oleh Allah SWT. Continue reading

SULUK (IKTIKAF TERFOKUS)


“Jurnal Pemuda Sufi” | Artikel No. 25 | April 2022


SULUK (IKTIKAF TERFOKUS)
Oleh Said Muniruddin

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Suluk adalah tradisi paling tua dalam Islam. Di Aceh dan banyak tempat di Nusantara, populer sekali akan hal ini, dan menjadi tradisi orang tua kita terdahulu. Karena para nabi dan orang shaleh pun telah terlebih dahulu mempraktikkan proses inkubasi spiritual ini, baik di gua yang sempit (seperti Hirak) ataupun ruang-ruang privat lainnya (i.e. kamar, kelambu, dsb). Continue reading

KEKUATAN ZIKIR BUKAN DIBACAAN


“Jurnal Pemuda Sufi” | Artikel No. 24 | April 2022


KEKUATAN ZIKIR BUKAN DIBACAAN
Oleh Said Muniruddin

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Banyak sekali jenis wirid dan zikir. Esensinya bukan dibacaannya. Tapi dikehadiran Khidir-nya. Hadirkan Khidir-nya terlebih dahulu, baru berzikir. Hadirkan Rasulullah terlebih dahulu, baru berzikir. Hadirkan Gurumu terlebih dahulu, baru berzikir. Karena itulah, zikir perlu Guru, perlu Khidir, perlu Rasulullah. Karena yang di zikirkan (diingat) adalah wajah mereka. Wajah yang menjadi wasilah (buraq) menuju Allah ta’ala. Wajah yang dinaik saksikan (disyahadahi) dalam perjalanan menuju Allah. Inni wajjahtu wajhiya… Continue reading

MENCARI “LAILATUL QADAR”


“Jurnal Pemuda Sufi” | Artikel No. 23 | April 2022


MENCARI “LAILATUL QADAR”
Oleh Said Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Tulisan ini lahir setelah melihat perdebatan disebuah grup WA. Topiknya, “apakah Lailatul Qadar masih ada sampai sekarang, atau itu hanya kejadian yang sudah terjadi dimasa lalu dan tidak berulang lagi?”. Dalam bahasa lainnya, Lailatul Qadar itu kan peristiwa turunnya Alquran. Apakah Alquran masih turun sampai sekarang? Continue reading

“GELOMBANG” AYAH


“Jurnal Pemuda Sufi” | Artikel No. 22 | April 2022


“GELOMBANG” AYAH
Oleh Said Muniruddin

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Suluk Ramadhan kemarin, kami ditugaskan sebagai malaikat pemeriksa amal. Tidak hanya menghisab kaji, tapi juga mendengar berbagai fenomena spiritual yang dialami peserta zikir. Continue reading

ADAB MENYAMBUT SUAMI YANG PULANG DARI MUJAHADAH SPIRITUAL


“Jurnal Pemuda Sufi” | Artikel No. 21 | April 2022


ADAB MENYAMBUT SUAMI YANG PULANG DARI MUJAHADAH SPIRITUAL
Oleh Said Muniruddin

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Seorang suami yang pulang dari perjalanan mujahadah spiritual biasanya akan membawa serta rahmat dan cinta. Berikut beberapa adab untuk menyambutnya. Continue reading

SURAU MAJIDUL AMIN DAN LEGACY SYEKH ABDUL MAJID

SYEKH ABDUL MAJID BATUSANGKAR (1873-1958) adalah salah satu ulama dan guru spiritual berpengaruh di Sumatera Barat. Dalam sebuah kesempatan berkunjung ke Batusangkar, kami dibawa Surau Majidul Amin di Guguak Salo. Surau ini dibangun kembali oleh salah satu murid beliau -Syekh Kadirun Yahya- pada 2001, karena surau suluk yang aslinya terbuat dari kayu dan telah lapuk dimakan usia.

KOMPILASI KAJIAN TENTANG PUASA

image: saidmuniruddin.com

Kompilasi Kajian tentang Puasa
Oleh Said Muniruddin | Rector | The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Sahabat-sahabat saya yang baik hatinya, berikut 23 catatan tentang puasa, yang pasti akan menambah energi kita pada Ramadhan ini. Continue reading

“TALI ALLAH”


“Jurnal Pemuda Sufi” | Artikel No. 20 | April 2022


“TALI ALLAH”
Oleh Said Muniruddin | RECTOR | The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Apa yang dimaksud dengan “tali Allah” (hablillah, QS. Aali ‘Imran: 103)? Continue reading

RAMADHAN, BULAN “MENGASINGKAN DIRI”

“Jurnal Pemuda Sufi” | Artikel No. 19 | April 2022

RAMADHAN, BULAN “MENGASINGKAN DIRI”
Oleh Said Muniruddin | RECTOR | The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Ramadhan adalah bulan “mengasingkan diri.” Kenapa? Karena anda tidak bisa khusyuk beribadah, kalau speaker masjid kerasnya minta ampun, dari selesai tarawih sampai subuh. Continue reading

“FA INNI QARIB”: MELALUI SATELIT, HUBUNGAN ANDA DENGAN ALLAH MENJADI DEKAT


“Jurnal Pemuda Sufi” | Artikel No. 18 | Maret 2022


“FA INNI QARIB”: MELALUI SATELIT, HUBUNGAN ANDA DENGAN ALLAH MENJADI DEKAT
Oleh Said Muniruddin | RECTOR | The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Ada dua model hubungan yang dapat anda bangun dengan Presiden. Continue reading

BINTANG ‘ARASY DI KUTACANE: MARC MARQUEZ, AYAM LABAT DAN TANJAKAN PATAH

Marc Marquez dengan syal Aceh Tenggara


“Jurnal Pemuda Sufi” | Artikel No. 17 | Maret 2022


BINTANG ‘ARASY DI KUTACANE: MARC MARQUEZ, AYAM LABAT DAN TANJAKAN PATAH
Oleh Said Muniruddin | RECTOR | The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Selasa, 22 Maret 2022, pukul 08.00 Wib. Pagi yang cerah. Marc Marquez, Bang Zulfikar Lidan dan Bang Safwan duduk ngopi di sebuah Warkop, sebut saja di Mandalika, Ulee Kareng – Banda Aceh. Itu awal langkah mereka meluncur ke sudut tenggara Provinsi Aceh. Continue reading

LKD HIMAB 2022

KOTA JANTHO berguncang hebat malam ini, ketika materi spiritual leadership menggoyang jiwa-jiwa muda penuh talenta dari Aceh Besar. Tak terasa, tiga jam berlalu, seolah-olah hanya sejenak saja. InsyaAllah, jadi tokoh besar semua mereka | Latihan Kepemimpinan Dasar Himpunan Mahasiswa Aceh Besar (LKD-HIMAB) | Wisma Atlet Kota Jantho | Ahad, 13 Maret 2022, 20.00 – 23.00 Wib.

ISTANO RAJO BASA “MEGA STRUCTURE” PAGARUYUNG

Istana Rajo Basa Pagaruyung, Batusangkar, Kab. Tanah Datar, Sumatera Barat


“Jurnal Pemuda Sufi” | Artikel No. 16 | Maret 2022


ISTANO RAJO BASA “MEGA STRUCTURE” PAGARUYUNG
Oleh Said Muniruddin | Dosen FEB USK | Rector The Zawiyah for Spiritual Leadership | Founder & Advisor GUNTOMARA “Islamic Art and Architecture”

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. “Istano” artinya istana. “Rajo” adalah raja. “Basa” maknanya besar. Sedangkan “Pagaruyung” maksudnya, istana besar ini dipagari/diatapi dengan “uyung” (sabut pohon enau). Cukup dengan membayar Rp15.000; anda sudah mendapat akses masuk ke istana yang berada di atas areal 12 hektar ini.

Bangunan ini sendiri sebenarnya replika dari istana Kerajaan Pagaruyung, Minangkabau. Yang aslinya dibangun sekitar abad 17 di atas bukit Batu Patah, di belakang bangunan sekarang. Tapi sudah musnah terbakar pada 1803 akibat konflik Paderi. Pembangunan kembali terjadi tahun 1930, kemudian musnah lagi tahun 1966 akibat sambaran petir yang membakar atap dan keseluruhan bangunannya. Lalu dibangun lagi pada 1976. Tapi tahun 2007 lagi-lagi mengalami kebakaran; yang menyisakan hanya 15 persen dokumen, relik dan warisan sejarah yang tersimpan di dalamnya. Yang ada sekarang adalah replika ketiga yang dibangun kembali selama 6 tahun, selesai pada 2013, dan menghabiskan biaya lebih dari 20 milyar.

Keseluruhan bangunan ini dibalut dengan 26 ton serat ijuk, serta dinding dan plafond dari batang kayu yang diukir dengan ragam hias “jala taserak”, atau motif pakis yang menjalar. Bangunan terdiri dari 3 lantai, dengan 72 tiang berposisi miring. Ditengahnya terdapat “tonggak tuo”, representasi dari tiang lama, dan merupakan tiang yang pertama dibangun saat pembuatan istana ini.

Karena kerajaan Pagaruyung sudah tidak ada lagi. Bangunan ini dibuat lebih sebagai simbol persatuan budaya dan masyarakat Minang. Khususnya paska peristiwa “Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) tahun 1958. Sebuah gerakan protes tokoh-tokoh Minang terhadap tatakelola NKRI, namun mendapat respon represif oleh Pemerintah Pusat yang meninggalkan luka serta memecah kesatuan warga Minang. Sekarang, bangunan yang berjarak hanya 5 km dari pusat kota Batusangkar ini menjadi salah satu objek wisata utama di Kabupaten Tanah Datar.

Akan menarik, ketika setiap kabupaten di Indonesia misalnya, paling tidak punya satu objek wisata “megastructure” yang menjadi identitas agama, sejarah ataupun kebesaran budaya. Bangunan atau situs ikonik ini tentu tidak hanya sekedar mahal dari sisi biaya. Tapi mampu mengintegrasikan aneka atraksi wisata, punya pesan yang dalam tentang nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat, serta mampu mengangkat dan menawarkan warisan spiritual untuk para pengunjungnya.

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad.*****

💥 powered by SUFIMUDA
___________________
SAID MUNIRUDDIN
The Zawiyah for Spiritual Leadership
YouTube: https://www.youtube.com/c/SaidMuniruddin
Web:
 saidmuniruddin.com
fb: http://www.facebook.com/saidmuniruddin/
Twitter & IG@saidmuniruddin