All posts by said muniruddin

“NUN”

image: nuriaart.com

“Nun”
Oleh Said Muniruddin

Pada artikel sebelumnya yang berjudul “Iqra’ (Dzikir)”, kami telah menjelaskan tentang teknik ketersambungan dengan sang Khalik melalui metodologi menyebut-nyebut atau membaca Namanya (iqra’). Sebagaimana pengalaman beliau di gua Hirak, menyebut-nyebut ismu Rabb dengan teknik tertentu telah memperjalankan Muhammad bin Abdullah (dan juga para sufi dari umatnya) ke alam yang lebih tinggi. “Bacalah dengan (menyebut) Nama Tuhanmu yang menciptakan” (Al-‘Alaq: 1). Read more…

IQRA’ (DZIKIR)

image: fotografia.islamoriente.com

Iqra’ (Dzikir)
Oleh Said Muniruddin

Pengertian Dzikir

Dzikir bermakna “mengingat”. Pekerjaan mengingat sifatnya sangat batiniah (ruhaniah). Pekerjaan mengingat, apalagi mengingat sebuah wujud yang tidak kasat mata, merupakan aspek dari mental/jiwa. Kita bisa mengingat seseorang yang pernah kita lihat, sebab ada memorinya. Namun mengingat Allah yang belum pernah kita saksikan tentu butuh metode berbeda. Read more…

“THE POWER OF AZAN”: MENGUNGKAP KESAKRALAN KALIMAT-KALIMAT AZAN

image: azan

“THE POWER OF AZAN”:
Mengungkap Kesakralan Kalimat-Kalimat Azan

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Pada tulisan berjudul “The Power of Shalat: Rahasia Ibadat Ahli Makrifat”, kami telah menjelaskan. Rahasia sukses ibadah, terutama shalat, adalah dengan cara memperoleh kekuatan langsung dari Allah (billah). Harus elemen Dia sendiri yang mengatarkan ruhani kita ke sisi-Nya. Sebab, unsur-unsur materialisme kita tidak mungkin sampai kehadirat Allah. Read more…

“THE POWER OF SHALAT”: RAHASIA IBADAT AHLI MAKRIFAT

image: cdn.pixabay.com

“THE POWER OF SHALAT”:
Rahasia Ibadat Ahli Makrifat

Oleh Said Muniruddin

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Sebagaimana diriwayatkan, semua kalimat azan yang berulang-ulang itu, kata Nabi SAW, dijawab sesuai panggilan. Ketika diseru Allahu Akbar, Asyhadu an-Lailaha illallah dan Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah (masing-masing 2 kali); direspon dengan kalimat yang sama. Read more…

BUKAN ISLAM

BUKAN ISLAM
Oleh Said Muniruddin

Kupinjam tasbih Budha,
untuk menyebut-nyebut Allah.
Kupinjam koko Konghucu,
untuk pergi shalat jamaah.
Kupinjam peci Yahudi,
untuk gelar haji yang bertuah.
Kupinjam sarung Hindu,
untuk nyantri tauhid fiqah.
Kupinjam jas Nasrani,
untuk hadiri khitbah nikah. Read more…

VIBRASI GUA HIRAK

image: Selain diikuti oleh orang tua, suluk di Dayah Sufimuda Aceh juga diminati oleh ratusan pemuda dan remaja dari berbagai daerah di Indonesia. Tidak hanya memperoleh kekuatan jiwa, berbagai fenomena spiritual mereka alami selama beruzlah disana (“Selfie Setelah Suluk”, 7 Maret 2019).

Vibrasi Gua Hirak
Oleh: Said Muniruddin

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Awal peradaban manusia dapat dilacak dari rekam artistik mereka di dinding gua. Ruang yang gelap menjadi tempat favorit para aktor masa lalu dalam merintis masa depan. Seperti itu pula kehidupan kita, semua bermula dari kehangatan rahim seorang ibu. Dari ruang sempit itu seseorang tumbuh dan ditiupkan ruh oleh Tuhan. Read more…

UZLAH (MENGASINGKAN DIRI)

image: Jabal Nur di Mekkah (islamiclandmarks.com)

Uzlah (Mengasingkan Diri)
Oleh: Said Muniruddin I Rector I The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM. Muhammad tidak diangkat menjadi rasul di Baitullah. Beliau justru mengalami ledakan spiritualitas di Gua Hirak. Meskipun ada situs Kakbah yang menjadi pusat ibadah ditengah kota Mekkah, namun di puncak Jabal Nur yang terasing itulah pemuda ini menyaksikan alam hakikah.

Read more…

“LEBAH-LEBAH” MULAI BERSARANG

image: “Sarang Lebah”

“Lebah-Lebah” Mulai Bersarang
Oleh: Said Muniruddin I Rector I The Zawiyah for Spiritual Leadership

وَأَوْحَىٰ رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ

Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di gunung-gunung, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia” (QS. An-Nahl: 68). Read more…

KEKERAMATAN YANG DIMUSUHI

image: “Karamah Auliya” (Maret 2019)

Kekeramatan yang Dimusuhi
Oleh: Said Muniruddin I Rector I The Zawiyah for Spiritual Leadership

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM.

Siapa yang memusuhi Nabi Isa as? Apakah ia ditentang oleh orang-orang yang tidak ia kenal? Ataukah ia diserang oleh orang-orang kafir yang tidak beragama? Read more…

“API DI LEMBAH SUCI”

API DI LEMBAH SUCI. Harus ada “api” yang kita hidupkan di awal pagi. Yang dengan itu kita bakar dunia sepanjang hari. “Maka ketika ia datang ke tempat api itu, ia dipanggil, “Hai Musa, Sesungguhnya Aku inilah Tuhanmu, maka tanggalkanlah kedua terompahmu. Sesungguhnya kamu berada di lembah yang suci, Thuwa” (QS. Thaha: 11-12). – Foto by Amri Muksalmina, Dayah Sufimuda.

DEMOKRASI WUJUDIYAH

image: thefridaytimes.com

Demokrasi Wujudiyah
Oleh Said Muniruddin I Rector I The Zawiyah for Spiritual

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIEM.

“Dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat”, itu prinsip kesatuan wujud yang paling sederhana. Walaupun secara partikular ada banyak wujud (actor) yang melakoni berbagai kejadian dalam sebuah kosmologi demokrasi, semua diakui sebagai gerak tunggal dari rakyat. Namun prinsip wujudiyah seperti ini bernilai materialisme. Sebab menisbahkan kekuatan iradah pada elemen materi kerakyatan semata. Read more…

EKONOMI MAKRIFAH

image: mulimdaily.net

EKONOMI MAKRIFAH. “Ekonomi syariah itu ekonominya para pedagang. Ekonomi yang merasa bahwa dirinya adalah pemilik dari sebuah sumberdaya. Dasarnya hitung-hitungan. Kalau sudah cukup hitungan, baru ada haknya Tuhan. Pedagang memang begitu, persis orang shalat yang tujuannya cari syurga, maunya laba saja. Dan ini berbeda dengan ekonomi makrifah, ekonominya orang-orang yang bersyukur. Pada ekonomi makrifah, yang benar-benar eksis secara mandiri hanya Allah. Tak ada lagi kepemilikan pribadi. Apalagi hitung-hitungan. Semua diserahkan kepada Tuhan. Ekonomi kita belum sampai ke tingkat makrifah. Sebab, untuk sampai kesana, para akademisi dan pelaku ekonominya harus sudah lebur (fana) dan kekal (baqa) bersama Allah. Tak ada lagi yang terlihat, selain Dia.” – Said Muniruddin.